Archives: 2009 September

Jejak Kesepuluh : Silaturahmi

September 29th, 2009, No Comments

Minggu-minggu selepas hari lebaran tanggal satu, akan tetap diramaikan dengan aktivitas yang dinamakan silaturahmi. Seorang ustadz pernah bilang kepada saya bahwa sebenarnya istilah itu kurang tepat secara istilah bahasa. Yang tepat adalah “sila-ukhuwah”. Tetapi mungkin karena sudah terlanjur mengakar di masayarakat dan toh juga tetap bermakna baik, sehingga tidak begitu menjadi permasalahan. Saya juga teringat [...]

Jejak Kesembilan : Ketupat

September 23rd, 2009, No Comments

Alhamdulillah lebaran kali ini masih diberi kesempatan untuk menikmati ketupat dan opor ayam lezat buatan Ibu. Sore hari terakhir puasa 1430 H, diisi dengan membantu Ibu mengisi nasi yang sudah dipususi ke dalam ketupat. Kemudian malam takbiran, sudah menjadi tradisi juga untuk bertakbiran di masjid dekat rumah, sambil menemani anak-anak kecil untuk takbiran he he. [...]

Jejak Kedelapan : Filantropi

September 18th, 2009, 2 Comments

Filantropi atau kedermawanan. Ada juga yang menyebut dengan istilah charity. Atau juga bisa diistilahkan dengan donasi. Ya, banyak sekali definisi yang bisa ditarik. Wah, saya bingung sendiri kalau mendefinisikan istilah-istilah tersebut sampai bisa jelas. He he. Maklum, bukan guru bahasa Indonesia. Bingung saya mau mulai cerita dari mana. Pada intinya mumpung ini masih bulan ramadhan, [...]

Jejak Ketujuh : Buber

September 14th, 2009, No Comments

Buber adalah kependekan dari istilah buka bersama. Di bulan puasa ini sudah jamak orang-orang melakukan buka bersama. Ada yang mengatasnamakan teman-teman sekolah, kuliah, teman kerja sekantor hingga komunitas-komunitas anak muda yang sekarang banyak sekali berkembang. Saya juga termasuk salah seorang yang gemar berkecimpung di organisasi, komunitas atau apapun itu namanya. Dengan dalih alasan ingin berkembang, [...]

Jejak Keenam : Berbuka

September 4th, 2009, 1 Comment

Tidak menyangka sebelumnya bahwa akan banyak melewati ramadhan tahun ini 1430 H/2009 M di jogja. Wah, memang waktu terasa cepat berlalu jika dijalani dengan aktivitas, dan siapa yang bisa menebak takdir? Ah, itu rahasiaNya. Lebih banyak akan terasa bahwa itu takdir, setelah dijalaniNya. Ah, dasar manusia, mudah dibolak-balikkan hatinya.

Feed

http://arifnurrahman.com / 2009 September