Jejak Ketujuh : Buber

September 14th, 2009

Buber adalah kependekan dari istilah buka bersama. Di bulan puasa ini sudah jamak orang-orang melakukan buka bersama. Ada yang mengatasnamakan teman-teman sekolah, kuliah, teman kerja sekantor hingga komunitas-komunitas anak muda yang sekarang banyak sekali berkembang.

Saya juga termasuk salah seorang yang gemar berkecimpung di organisasi, komunitas atau apapun itu namanya. Dengan dalih alasan ingin berkembang, bergaul, tambah teman, sampai alasan komersial. Bisa jadi. Atau mungkin karena alasan “mulia” karena ingin mencari ilmu. He he. Bisa jadi. Baiklah, kembali ke topik utama. Saya hanya ingin berbagi jejak mengenai cerita buka bersama yang sudah menjadi rutinitas ketika ramadhan tiba. Baik bersama teman-teman semasa kuliah, rekan kerja laboratorium, teman antar komunitas, organisasi, hingga teman-teman terdahulu semasa bersekolah.

ketujuh

Saya juga tidak menyangka akan melakukan buka bersama dengan teman-teman semasa smu di jogja (karena saya sebelumnya telah beberapa tahun tinggal di Solo). Tepatnya buka bersama angkatan 2003 smu 1 purworejo regional jogja. Atas undangan sang komandan regional jogja yakni mahasiswa S2 teknik sipil, mas Ipoenk, maka salah satu hasil jepretan foto adalah yang di atas itu. Heem, agak narsis juga rupanya teman-teman sekarang. Seperti kontes ini saja : E-narcism.

Ngomong-ngomong soal buka bersama, memang di kala bulan ramadhan ini juga merupakan berkah tersendiri bagi para pengelola warung makan atau restoran. Karena akan banyak sekali orang-orang berbondong-bondong untuk menikmati suasana berbuka bersama. Tentunya rasanya berbeda antara buka sendiri dengan buka bersama orang-orang terdekat. Sehingga di kala ramadhan, ketika waktu sudah mulai senja maka akan terlihat warung-warung makan atau restoran favorit akan terpenuhi. Wah, memang bulan ramadhan membawa berkah bagi semua.

Dan satu lagi, yang sekadar ingin saya tuangkan di jejak kali ini. Ceritanya sebenarnya berawal dari beberapa bulan yang lalu. Sekitar awal-awal tahun 2009. Ketika saya mengikuti sebuah seminar nasional mengenai logistik di sebuah kampus ternama di jogja. Saat itu salah satu subtopik yang dibicarakan adalah mengenai jalur alternatif pemasaran sebuah produk. Jika dikait-kaitkan, saya jadi teringat komunitas-komunitas yang sekarang banyak berkembang. Apalagi dengan semakin maraknya perkembangan di dunia maya, internet.  Dan terpikirkan oleh saya, bahwa sebenarnya komunitas-komunitas yang berkembang bisa menjadi channel atau jalur pemasaran yang cukup handal. Karena umumnya para anggota komunitas mempunyai tingkat kesolidan yang cukup tinggi. Sebut saja ada komunitas blog, komunitas sepeda, mainan, penggemar buku, sampai komunitas fans atau penggemar artis atau band tertentu. Komunitas yang dapat diartikan sebagai jamaah atau sekumpulan orang yang mempunyai ketertarikan yang sama akan sebuah hal, bisa menjadi perhatian tersendiri bagi divisi atau bagian pemasaran perusahaan komersial. Salam…semoga bermanfaat bagi keisengan anda yang tak sengaja mampir kesini, dan see u on next jejak.

Categories: cerita

Tags: Leave a comment

Leave a comment

Feed

http://arifnurrahman.com / Jejak Ketujuh : Buber