Jejak Kedelapan : Filantropi

September 18th, 2009

Filantropi atau kedermawanan. Ada juga yang menyebut dengan istilah charity. Atau juga bisa diistilahkan dengan donasi. Ya, banyak sekali definisi yang bisa ditarik. Wah, saya bingung sendiri kalau mendefinisikan istilah-istilah tersebut sampai bisa jelas. He he. Maklum, bukan guru bahasa Indonesia.

kedelapanBingung saya mau mulai cerita dari mana. Pada intinya mumpung ini masih bulan ramadhan, maka sudah selayaknya dan sepatutnya untuk membagi sifat welas asih dan bersedia berbagi dengan sesama. Ya, yang jelas masih ada kaitannya dengan istilah yang saya sebut pertama tadi. Filantropi. Memang tindakan nyata kedermawanan itu pastinya sudah ada semenjak dahulu kala. Ketika keberadaban zaman terwujud. Tetapi kalau ditinjau dari segi istilah, merunut dari bukunya Ery Sudewo (Manajemen Zakat) bahwa istilah tersebut secara akademis salah satunya diperkenalkan oleh Rahmat Djatmiko tahun 70-an. Istilah tersebut muncul dalam disertasinya untuk menempuh pendidikan doktoralnya di Perancis.

Mumpung bulan ramadhan, maka mari saya mengingatkan diri saya sendiri dan pembaca yang budiman untuk sedikit membagi rejeki dengan sodara-sodara kita yang kekurangan dalam hal finansial. Bisa langsung diberikan kepada yang berhak atau melalui lembaga-lembaga sosial keagamaan.

Saya yakin seyakin yakinnya bahwa sebenarnya kedermawanan itu sama sekali tidak akan mengurangi harta atau sebahagiaan rejeki seseorang sebenarnya. Dalam bahasa sederhana, sedekah, sodaqoh, infak dan zakat itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan mengakibatkan seseorang menjadi miskin. Justru sebaliknya. Karena sebuah sikap berbagi dengan sesama merupakan cerminan dari seseorang yang “kaya hati”. Kemudian, cerminan tersebut juga bisa diartikan bahwa seseorang itu meyakini bahwa dengan mensyukuri sebuah nikmat sekecil apapun dariNya, maka niscaya akan ditambah dengan nikmat yang lain. Mari berbagi. Tunaikan zakat fitrah sebelum terlambat. Sampaikan dan berikan zakat tersebut kepada yang berhak dengan benar. Jika disampaikan secara langsung pastikan sistem yang digunakan adalah aman. Dan tidak menimbulkan korban jiwa seperti kejadian tahun lalu di Pasuruan yang mengakibatkan 21 dhuafa meninggal dunia karena berdesak-desakan mengantre pembagian zakat. Ironis. Atau salurkan zakat melalui lembaga pengelola zakat, bisa lazis atau baz.

Ini adalah posting terakhir sebelum lebaran 1430 H, jadi mari berbagi ucapan “selamat bermaaf-maafan dan menyambung tali silaturahmi yang terputus, semoga selepas lebaran ibadah meningkat. amin!”.

Categories: cerita

Tags: Leave a comment

Comments Feed1 Comment

  1. Amil Sebagai Profesi « nurrahman

    [...] tetap. Atau bisa juga memandang bahwa amil lebih banyak digolngkan ke aktivitas yang bersifat filantropi atau kedermawanan. Charity atau bersifat sosial yang tanpa meminta [...]

Leave a comment

Feed

http://arifnurrahman.com / Jejak Kedelapan : Filantropi