Jejak Kesebelas : Hujan

October 4th, 2009

hujanHujan datang lagi. Alhamdulillah. Lega sekali setelah menunggu penantian. Saya pikir bulan puasa nanti akan terisi dengan hujan. Tetapi rupanya hanya beberapa kali di jogja turun hujan. Itupun hanya gerimis saja. Dan kini memasuki bulan oktober rupanya hujan hendak menyapa dengan lebih banyak, bertemu dan bersua. Semoga. Di kota-kota besar lain juga hampir serupa. Hujan adalah sebuah anugrah, tetapi bisa juga menjadi peringatan melalui bencana. Tak jarang yang harus diantisipasi di kota-kota langganan banjir adalah bencana banjir itu sendiri. Di Filipina dan India sudah menjadi bukti belum lama ini. Dimana air bertumpah ruah dari langit itu berubah menjadi peringatan bagi manusia agar tidak merusak alam lagi. Huh, harus tetap waspada :D . Tetapi pencegahan memang lebih baik dimana-mana; saluran got lebih baik dibuat yang bagus segelum musim hujan tiba, dan budaya membuang sampah pada tempatnya, bukan di sungai.

Ngomong-ngomong soal hujan nih, setelah membaca dari berbagai tulisan di koran dan mencari informasi dari sana-sini akhirnya saya menyimpulkan kalau katanya musim hujan dan kemarau sekarang tidak seperti dulu katanya. Kata beberapa pakar lamanya dan kapan datangnya musim hujan atau kemarau tidak seperti dulu. Yang kalau dulu jaman saya masih kecil bersekolah, selalu diajarkan kalau musim hujan dan kemarau lamanya sama. 6 bulan masing-masing. Tapi kini seiring bertambahnya usia bumi, lama musim-musim tersebut bisa kurang atau lebih. Ironinya, katanya musim hujan jangka waktunya lebih pendek. Weleh-weleh, karena pemanasan global yah! Baiklah, kurangi sampah plastik kita dan buanglah sampah pada tempat sampah. Dua resep sederhana itu saja terkadang susah diaplikasikan, huh! Tapi eniwei, kalau saya perhatikan jika musim hujan tiba ada dua barang yang lumayan laris lho. Apa itu? Ya mantol dan payung. Semoga laris manis buat penjual payung dan mantol. Dan selamat menikmati air hujan! ^_^

Categories: cerita

Tags: Leave a comment

Leave a comment

Feed

http://arifnurrahman.com / Jejak Kesebelas : Hujan