Jejak Ketigabelas : Wisuda

October 17th, 2009

wisudaGonjang-ganjing penentuan 34 mentri sedang semarak dalam minggu ini. Karena minggu depan selepas sang presiden terlipih (lagi) dilantik, maka kata media posisi jabatan mentri adalah bergengsi. Bagi saya sih bukan bergengsi lebih tepatnya, tetapi justru banyak bebannya. Beban saat ini atau kelak. Tapi entahlah, mungkin pandangan orang berbeda mengenai sebuah hal. Oiya, jadi ingat seorang dosen saya yang kebetulan profesor. Katanya beliau juga menunggu hasil pembentukan kabinet. Ah, biarlah media pada ribut hal-hal itu. Yang penting rakyat sejahtera itu sudah cukup. Walaupun itu keinginan yang sepertinya sungguh belum nampak jelas hasil nyatanya saat ini. Yah, semoga, kelak! Mungkin kata ”pemerintah” perlu sering dipertegas dan diperjelas artinya. Kadang lebih sering diartikan sebagai ”seseorang yang memberi perintah”, dekat sekali dengan yang namanya kekuasaan. Tapi kok sebenarnya menurut saya arti kata ”pemerintah” lebih dekat ke pembantu atau pelayan rakyat.

Oke deh, bukan hal di atas sesungguhnya yang ingin saya ceritakan di jejak minggu ini. Tapi kali ini mengenai wisuda. Sabtu kemarin saya mengikuti wisuda kakak di UMY. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Di gedung baru yang belum selesai bernama ”Sportorium”. Gedung yang katanya akan digunakan sebagai acara peringatan seabad muhammadiyah tahun depan. Bangunannya nampak agak unik. Tapi pengalaman menghadiri wisuda kali ini cukup unik. Karena saya baru pertama kali ikut di UMY mungkin ya. Mulai dari cuaca yang sebegitu panas, mendengarkan berbagai bahasa asli suku-suku se-Indonesia, membeli rubik murahan 3×3 berukuran jumbo, sampai keliling Suharti-Amplaz untuk belanja tas dan cam-di. Alhamdulillah saya beryukur sekali hari itu. Walaupun sejatinya mengingatkan saya untuk segera wisuda tahun ini. Paling tidak jika bulan november tidak kekejar, tahun ini insyaAllah ingin segera tuntas. Dan beranjak mengejar cita-cita lain. Sempat juga terpikirkan untuk tidak begitu berminat wisuda. Tapi entahlah, yang penting segera selesai dan mandiri untuk meringankan serta membahagiakan orang tua. Amin!

Categories: cerita

Tags: Leave a comment

Comments Feed3 Comments

  1. RitaSusanti

    Amiin…Tak kirain tadi yg diwisuda sampeyan toh Rif, eh ternyata kakak dikau yah…Semoga segera terwujud keinginan nya ya…

    [Reply]

  2. Titus Siswandono

    Kukira engkau yang wisuda mas Arif..
    Semangat kejar wisudamu tahun ini!
    Ga usah memandang sisi negatif dari apa yang kita lihat di negara kita ini.
    Yang terpenting, kita berikan apa yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. :-)

    Aku setuju dengan hakikat “pemerintah” saat ini dapat berarti “pelayan rakyat” atau malah “yang diperintah rakyat”, apalagi di negara dengan bentuk Demokrasi (pemerintahan DARI rakyat, OLEH rakyat dan UNTUK rakyat).

    [Reply]

  3. Web Penghasil Duit

    Oh ya…tukeran link ya mas…
    aku udah naruh nama+link blogmu ini di blogku…:-)

    [Reply]

Leave a comment

Feed

http://arifnurrahman.com / Jejak Ketigabelas : Wisuda