Guyonan Gus Dur

Kata sebuah ungkapan, “Jadilah engkau manusia yang pada kelahiranmu semua orang merasa senang, tersenyum, tertawa dan bahkan mengadakan pesta syukuran. Dan pada kematianmu semua orang merasa sedih dan kehilangan. Bahkan penuh isak tangis”. Ungkapan tersebut rasanya cocok sekali untuk Bapak Bangsa Mbah Kyai Gus Dur. Sosok santun dan membumi serta nyleneh yang telah meninggalkan dunia fana ini.

Meskipun dahulu Beliau terkenal dengan sikapnya yang kadang membuat kontroversi, tapi bagi saya sendiri peristiwa tersebut sempat membuat kaget dan jelas merasa kehilangan. Dahulu memang tidak sedikit sikap Beliau, terutama semasa terjun langsung di dunia politik, yang penuh dengan ke-nyleneh-annya. Dan salah satu puncaknya dengan keputusan Beliau untuk membubarkan majelis permusyawaratan rakyat yang justru berujung pada pemasgulan atau impeachment Beliau dari jabatan RI 1.

Hari senin yang lalu, saat saya membaca koran lokal jogja kedaulatan rakyat, disebutkan bahwa nama lengkap Beliau yang benar adalah Abdurrahman Addakhil Wahid. Hemm, saya baru tau hal itu. Walaupun saya juga belum sempat mengecek kebenaran hal itu. Yang benar yang mana ya, Abdurrahman Wahid saja atau Abdurrahman Addakhil Wahid?? :D

Oh bukan, kali ini saya tidak mau memperdebatkan dan mengupas hal itu. Saya ingin mengenang Beliau, dengan cara menulis kembali beberapa cuplikan guyonan khas Beliau. Karena selain dikenal sebagai Ulama atau Kyai, Gus Dur adalah orang yang mempunyai banyak talenta. Dikenal pula sebagai politisi dan bahkan budayawan yang mempunyai banyak sekali stok humor-humor atau guyonan segar.

Pertama, guyonan yang diceritakan kembali oleh pelawak Tarzan.

Gus Dur bertanya, “Zan, kamu pernah melawak tapi tidak ada yang tertawa?”. Tarzan menjawab, “Pernah Gus”. Lalu Gus Dur berkata untuk memberikan kunci atau trik agar ketika melawak, maka para penonton akan selalu tertawa. Yakni dengan hukum Islam. Lalu Tarzan tampak kebingungan dengan saran Beliau. Lalu dijelaskanlah begini, “Diibaratkan seperti mengucapkan salam dalam Islam. Seseorang mengucapkan salam kepada saudaranya adalah sunnah. Tetapi menjawab salam adalah wajib. Jadi, kamu harus mengatakan ke penonton di awal melawak. Kalau kamu melontarkan lawakan itu adalah sunnah. Dan wajib bagi penonton untuk tertawa. He he he!”.

Kedua, guyonan yang diutarakan oleh Beliau. Pernah ditayangkan salah satu tv swasta di sebuah kesempatan wawancara.

Jadi ceritanya Beliau waktu itu sedang berdialog atau ngobrol dengan salah seorang kerabat. Di sebuah kesempatan acara. Berkatalah, “Orang yang kerja di pengurus NU sejak jam 6 pagi sampai jam 6 malam itu adalah orang yang senang NU. Sedangkan orang yang kerja untuk NU dari jam 6 sore sampai jam 12 malam itu adalah orang yang gila NU. Tapi kalau masih mengurusi NU dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi itu adalah orang NU gila”. Lalu terdengarlah tawa yang membahana.

Ketiga, guyonan yang disampaikan Gus Dur ketika bertemu Candra Hamzah wakil ketua KPK pada saat kasus “Ci-Buaya” Bank sedang marak-maraknya.

Saat itu, konon Gus Dur sedang menemui Candra Hamzah untuk memberikan dukungan pemberantasan kasus korupsi di tanah air. Kemudian Gus Dur mengeluarkan guyonan segar. Beliau bercerita ada salah seorang anggota dewan “anyaran”, wakil rakyat yang baru saja dilantik secara resmi. Yang baru masuk ruangan sidang untuk rapat. Lalu seorang rekan dari anggota dewan “anyaran” itu tiba-tiba memanggil. Dengan sebutan “prof”. Karena tidak pernah merasa sekolah sampai mendapat gelar seperti itu, dia merasa heran dan penasaran. Karena gelar atau sebutan seperti itu terdengar sangat wah. Usut punya usut ternyata yang dimaksud bukanlah seperti itu. Yang dimaksud “prof” adalah “provokator”. He he he!

Untuk melihat guyonan Gus Dur yang lain dapat dilihat di sini.

Saya jadi kepengen punya kaos bergambar siluet wajah Gus Dur, hehehe. Ada yang jual online kah?? :D

Note : gambar Gus Dur diambil dari kabarindonesia dot com. Gambar tersebut adalah cover buku “Gus Dur yang Humoris, Kontroversial, dan Gaul” yang ditulis oleh Maia Rosyida terbitan Wahid Institute tahun 2007.

Posting Yang Berkaitan :

13 thoughts on “Guyonan Gus Dur”

  1. Selamat Tahun Baru 2010
    Hati Hati ARUS PERCEPATAN menimpa Nusantara
    Sahabat semuanya tahun 2009 sudah di belakang kita..
    DEMI MASA..
    DEMI WAKTU..
    WAL ASRI..
    semuanya sudah kita lalui bersama sama..
    Canda tawa riang Gembira Tangis suka duka nan pilu telah berlalu..
    semua telah kembali ke alam LAMUNAN TUHAN..
    Tahun 2010 akan datang Menyongsong kita semuanya..
    Tahun 2010 akan segera kita jalani setapak demi setapak..
    Semua itu masih menjadi RAHASIA TUHAN..
    Sesungguhnya Masa yang akan Datang Masih Berada dalam Sirr nya TUHAN..
    Bahkan Sirr/ubun ubun manusia selalu berada dalam Genggaman Tangan Tuhan
    Sesungguhnya Hidup Manusia berada dalam Genggaman Tangan Tuhan..
    Sahabat.. mari kita diam sejenak melamun di alam lamunan Tuhan..
    Membuka kembali perjalanan Tahun 2009 yang baru kita lalui bersama sama..
    Diam dalam tafakur perenungan diri yang dalam..
    Bukankah waktu yang lalu adalah guru untuk ESOK lebih baik
    Bukankah kita harus mengambil hikmah perjalanan kemarin demi perbaikan
    Sahabat Jangan Sia Siakan Waktu sebelum waktu berbalik melindas kita
    Mari kita benahi diri kita masing masing dan belajar serta terus belajar
    Menemukan Tujuan Hidup Manusia dalam Kesadaran Sepenuhnya
    Walau kemungkinan tahun 2010 akan berjalan dengan berat..
    Keadaan mungkin semakin tiada menentu dan semakin sulit saja
    Fenomena alam dan gejolaknya semakin kerap bertambah melanda
    Tapi biarlah semua itu menjadi pelajaran untuk ber SEGERA
    Segera melangkah membenahi diri.. diri lahir dan diri bathin..
    Membenahi Perjalanan Lahiriah dan Perjalanan Bathiniah yang terabaikan
    Ingat sahabatku semuanya sekali lagi bahwa dirimu meliputi lahir dan bathin
    Jika tiba Saat dan Waktunya maka diri lahir akan kembali kepada tanah
    Tetapi sekali lagi INGAT !!! karena diri Bathin akan bangkit melanjutkan perjalanan
    Diri Bathin akan menuai hasil apa yang selama ini kita tanam dan perjuangkan
    Menangis DARAHpun percuma saja jika kau lalai selama di sini
    Sahabat mulailah berfikir untuk menata kehidupan bathin kita masing masing
    Sebab ketahuilah kehidupan bathin adalah sebuah perjalanan spiritual panjang
    Diri Lahiriah melambangkan nilai manusia di hadapan manusia lainnya..
    Sedangkan Diri Bathiniah melambangkan Nilai Manusia dihadapan Tuhan..
    yayaya.. Sesungguhnya NILAI MANUSIA dihadapan ALLAH ada di sini..
    Sahabat biarlah tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan bagi kita semua
    Tahun 2010 menjadi Momentum Bangkitnya Kesadaran dalam Diri
    Mari Sahabatku semuanya gapailah esok lebih baik dan lebih baik lagi
    Sekali lagi MELANGKAHLAH SEGERA.. jangan SIA SIA kan waktumu..
    Sebelum TERLAMBAT
    Selamat Tahun Baru 2010

    [Reply]

  2. Selamat Tahun Baru
    Semangat Baru
    Menemukan Diri Sebenar Diri
    Meraih Kehidupan Sejati..

    :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    [Reply]

  3. Saya selalu terkesan dengan guyonannya Gus Dur, dan sangat2 merasa kehilangan dg meninggalnya beliau ..
    Selamat Jalan Gus Dur, Kiai, Cendekiawan, Politisi, dan Guru Bangsa. Kami akan selalu mengenang jasa-jasamu. Semoga diterima semua amal baik beliau dan diampuni segala dosa-dosanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalhu wa nawwir quburahu … (dst). Amin ya Rabbal ‘alamin.

    [Reply]

    arif Reply:

    @Alwi, saya ndak tau artinya pak, terjemahin dunk..hehe..ikut ngaminin ajah…amin! :)

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>