Entertainment Politik
January 28th, 2010
Di tengah berbagai kasus dan polemik yang tengah melanda, pemimpin tertinggi eksekutif negri ini mencoba menghibur kita rupanya. Setidaknya itu mungkin salah satu pendapat saya. Boleh kan! Ya, menghibur. Dengan mengeluarkan album ketiga (wow, sudah ketiga loch) yang bertajuk ”ku yakin sampai di sana”. Kalau boleh saya tafsirkan, judulnya seolah dapat diartikan bahwa takkan ada pemakzulan atau impeachment bagi beliau. Bisa melenggang memangku jabatan hingga sampai ”sana”, atau akhir jabatan. Tapi itu pendapat saya loch. Monggo, bagi yang berbeda pendapat juga boleh. Toh di jaman bebas berekspresi ini, tiap orang boleh berpendapat apa saja dan berekspresi bagaimanapun caranya. Asal jangan kelewatan melanggar etika.
Nha, saya jadi teringat beberapa berita di media. Baik di televisi maupun dunia maya. Beberapa pihak ada yang berpendapat kalau seorang jenderal pemimpin tertinggi sebuah negara sebenarnya kurang patut. Kurang patut keseringan curhat (baca = curahan hati) kepada publik. Setidaknya begitulah yang saya tangkap dari media-media yang ada. Mungkin salah satunya pada saat kasus teroris marak. Beliau juga malah lebih menekankan curhat kalau ada ancaman yang akan menerkam seorang presiden. Sebenarnya saya sendiri agak kecewa terhadap hal yang sudah lama itu, ya mbok setidaknya Beliau menenangkan rakyat dahulu. Curhatnya kepada pihak-pihak yang terkait saja. Seperti polisi dan militer. He he he.
Lalu, kejadian-kejadian tersebut seperti terulang. Ya, masih mengenai curhat. Bahkan di sebuah media cetak, pernah ada sebuah tulisan yang cukup berbau sindiran. Kurang lebih tafsiran saya seperti ini, ”Jangan takut jenderal. Terhadap semua ancaman yang menggoyang posisi engkau, kasus, demo dan sebagainya”. Weleh-weleh. Ya itulah pendapat. Tapi yang jelas, di hari ini tepat seratus hari kepemimpinan beliau untuk kedua kali, suara sumbang terhadap pemerintah tetap ada. Bahkan mungkin sebagian orang akan mengatakan semakin banyak. Dan di hari ini pula, para pendemo di depan istana negara tidak dapat bertemu dengan pemimpin tertinggi negri ini. Yang katanya malahan pergi ke Banten. Untuk urusan peninjaun dan peresmian sebuah proyek pembangkit tenaga listrik, agenda pemerintahan gitulah.
Kalau diperhatikan, memang akhir-akhir tahun ini perhatian publik terhadap urusan politik dan kenegaraan lumayan banyak. Khususnya karena kasus-kasus seperti ci-buaya, ibu prita, pembelian mobil mewah untuk mentri, perbaikan rumah anggota wakil rakyat, rumah mewah di penjara, hingga rencana pembelian pesawat untuk presiden. Dan lalu ada lagi yang masih cukup hangat di tengah kasus pembobolan ATM bank. Yakni seorang keturunan ningrat yang sekaligus wakil rakyat, yang mencoba bersuara lain ketika para banyak para nasabah tertipu dan dirampok. Entah karena sengaja untuk memecah perhatian publik atau apalah, he he he.
Tapi perhatian publik saya pikir juga masih akan terserap banyak untuk urusan politik, hingga mungkin sampai urusan pansus century selesai. Ya, urusan politik. Politik, yang bagi orang awam seperti saya, partai politik lebih banyak mengedepankan kepentingan golongan. Selama kepentingan rakyat selaras dengan kepentingan golongan, ya baik-baik saja. Tapi ketika berbeda, maka akan dicari cara biar kelihatan selaras. Karena bagi saya, jarang partai politik yang mau mengakui kekurangan diri sendiri dan berbesar hati terhadap kesalahan.
Kembali lagi ke urusan politik. Wah kok jadi serasa berat ya postingan ini, he he he. Yang jelas, saya hanya ingin bercerita dan berpendapat saja. Kalau berita dan tayangan politik kini mungkin bisa dikatakan menjadi salah satu primadona. Itu juga menyiratkan sebuah harapan bagi orang awam seperti saya. Paling tidak dengan seperti itu bisa membuat perbaikan bersama. Koreksi, saling kritik dan saran.
Saya jadi teringat kata salah seorang dosen, tetangga sebelah kamar, hasil survey di sebuah media cetak mengatakan rating tayangan sinetron kini kalah dengan tayangan politik. Peringkat pertama untuk tayangan yang sedang diminati masyarakat saat ini adalah tayangan politik. Apalagi selepas sidang pansus boleh dilihat untuk umum. Bahkan, para wakil rakyat khususnya yang ikut sidang pansus, tak segan-segan untuk memperhatikan penampilan. Ya, penampilan di depan kamera tentunya. Panggung politik bersolek, yang bagus akan diingat rakyat dan dapat image baik. Dan yang bertingkah luar biasa juga akan diingat dan diperhatikan oleh rakyat dengan cara lain. Tayangan politik itu kini bisa dikatakan bisa menghibur rakyat. Menjadi entertainment. Dan semoga bukan hanya menghibur, tapi juga mendidik. Walaupun kenyataannya sekarang masih pada tahap pembelajaran.
Sumber gambar dari cak Ripin di FB : di sini






Assalamualaikum.wr.wb. Slmt Pagi. Salam dari Yanti sekeluarga. Semoga pemilik blog ini dan seluruh narablog yang hadir selalu dalam lindunganNya dan sukses menyertainya.Tabik
[Reply]
sepakat bang, menurut saya presiden kita manja…
dikit dikit curhat, kemudian saya juga mendukung sidang-sidang dibuat terbuka untuk umum, biar gak ada lagi anggota dewan yang tidur dan bekerjanya juga jadi maksimal
[Reply]
dibalik kasus2 yang lagi memanas,, eehhh tiba2 presiden kita ngeluarin album,, ni yang ketiga lagi yah?? lha yang keduanya kapan toh?? aku cuma inget baru sekali deh beliau ngeluarin albumnya…
[Reply]
nurrahman18 Reply:
January 30th, 2010 at 1:49 pm
@Yolis, hmm, kapan yah? aku juga ga tau, info ttg album ketiga juga dari media kok, hehehe
[Reply]
presiden pekerjaan sampingannya buat album lagu.. emang gak sibuk ya jadi presiden..
[Reply]
sabar…sabar…kita sebagai penonton dan pendengar emang musti extra sabar
[Reply]
Presiden kita skrg punya cita rasa seni tinggi ya mas heheheh, kalau org dari bidang Entertainment pasti banyak yg mendukung, tapi kalau masyarakat Grassroot pasti pada nggumun semua…lah wong krisis malah ngeluarin album..hehehehe…blm lagi skrg ada anggaran buat beli Boeing 737 800 keluaran terbaru utk dijadikan pesawat kepresidenan..renovasi pagar, renovasi rumah anggota dewan, pembelian laptop dengan budjet wah!, sedan Crown nya menteri…walahhhh mumet mas
[Reply]