Syair Abu Nawas
March 2nd, 2010
Ilahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi
Dzunubi mitslu a’daadir- rimali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali
Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak, muqirran bi dzunubi wa qad di’aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaaka
…………..
Ya Allah …tidak layak hambaMu ini masuk ke dalam surga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon tobat dan mohon ampun atas dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa
Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai
maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
…………..
Tampaknya syair di atas akan tetap kekal sampai akhir jaman bagi manusia, sebagai pengingat dan renungan tentang dosa-dosa manusia. Siapa pun itu dan dimanapun, syair itu sangat tepat dan cocok sebagai cambuk peringatan. Apalagi di tengah suhu hawa panas yang menimpa bumi, bahkan cuaca tak menentu. Ada yang panas sampai 38 derajat celcius, seperti di Jogja. Tapi di lain tempat adalah banjir dan longsor, seperti di jakarta dan Bandung.
Selain itu, menurut saya suhu kebangsaan juga sedang panas. Sakit dan meradang. Apalagi hari ini, di Televisi banyak suguhan adegan ”kekerasan”. Baik di luar ruangan gedung wakil rakyat, maupun di dalam ruangan. Saya sebagai penonton sampai malu, tidak tega mau melihat lebih lanjut. Lalu apakah para pemeran adegan itu merasakan malu?
*Syair tersebut adalah gubahan Abu Ali al-Hasan ibnu Hani al-Hakami. Seorang Sufi besar dan juga seorang penyair Islam termasyhur di era kejayaan Islam pada zaman kekuasaan Sultan Harun al Rasyid al Abassi, yang menjadi khalifah Dinasti Abasiyah tahun 786-809. Pada zamannya beliau terkenal dengan sebutan Abu Nawas.
Categories: ayat





izin pertamaxx sob
wahkalo dikampung saya setiap mau sholaat ashaar sering banget ngumandangin sair itu…………
tahnx sob dah sering lam kenal
[Reply]
memang bagus banget syairnya… itu akan menggugah kitauntuk hidup lebih baik lagi..
[Reply]
ya, Abu Ali al-Hasan adlh penyair terkenal.
syair2 nya good.
[Reply]
syairnya sarat bahan renungan
trims Mas
[Reply]
Syair itu . .
merupakan sebuah renungan dan pengakuan diri yang sangat bagus mas . .
btw, bisa tuker link mas .. . .??
[Reply]
arif Reply:
March 3rd, 2010 at 5:16 pm
@Syahroyni, yup dengan senang hati, segera meluncur ke tkp
[Reply]
foto mesti UII kuwi mas..
diupload neng daiy photo ae…
[Reply]
arif Reply:
March 3rd, 2010 at 5:15 pm
@annosmile, kapan2 takUpload seng candi pustakasala UII aja ya bro
[Reply]
umurq smakin hari smkian berkurang, tetapi dosaq smakin merajalela, gimana caraq menghentikannya???
[Reply]
Hadir kembali Mas Arif …..
Syair itu sampai sekarang sering dijadikan bacaan sehabis adzan sampai iqomah atau kalau di kampung biasa disebut pujian …. dan maknanya luar biasa dalam
[Reply]
syairnya bisa membuat kita merenung yah…
[Reply]
kany ahmad bustomi Reply:
August 6th, 2011 at 12:26 pm
@Yolis,iya
[Reply]
bukannya dia itu pelawak. Abu Nawas beneran ada apa rekayasa sih, trus apakah cerita2nya bener2 nyata?
[Reply]
kirain cuma terkenal dengan anekdot2 lucu, ternyata juga seorang penyair……
[Reply]
Inget di pondok pesantren selalu di baca antara adzan dan iqomah …………(Pmdf daar el falaah)
[Reply]
ingat waktu di pondok …..
[Reply]
gontor…..
[Reply]
Joss banget pokoknya…
[Reply]
ingt swkatu msh mnjadi sntri al-mawaddah ….
miss you my boarding ….
[Reply]
syair abu nawas…
syair ini ditulis dimasa senja nya..
ketika ia lebih mengenal tuhannya,
dan mendalami sufisme…
ia yang pada masa mudanya,
sangat kocak dan cerdik…
[Reply]
arif Reply:
February 3rd, 2011 at 6:01 am
@nana, dan saya sangat ingin juga bermakna di masa muda
[Reply]
arrisalah selawung oh aku rindu solawatmu
[Reply]
Syair Abu Nawas ini sangat luara biasa, mengingatkan kita untuk selalu bertaubat
[Reply]
inilah orang akyak baik bagat igat taubat subhanallah
[Reply]
maasya Allah,.. hikmah spiritual yang sangat tinggi..
[Reply]
merinding gw…saur saur bang
[Reply]
Di kampungku, tiap selesai sholat jumat pasti baca syair ni 3 kali. Yg nyuruh kyai kampungku setempat, kyai ku ni murid sayid muhammad di makkah, beliau dr kecil hingga dewasa belajar agamaddi makkah. Bs diartikan bacaan syair ni benar2 sangat tinggi kedudukanya
[Reply]
syair yang indah, menjadi renungan bagi qt smua. smoga keimanan qt bertambah
[Reply]