Sentilan Sentilun
June 13th, 2010
Sentilan diperankan oleh aktor kawakan Slamet Rahardjo. Sentilun diperankan oleh seniman Jogja, Butet Kartaredjasa. Ini sebetulnya bukan film, tapi mungkin tergolong acara parodi seni gitulah. Saya kurang tau persis apa sebutan yang pas
. Tapi saya suka menonton acara itu. Disiarkan setiap hari jumat malam di MetroTV. Acaranya sarat kritik terhadap kondisi negara ini. Bisa berbau politik sampai persepakbolaan tanah air. Seperti hari jumat kemarin, selepas acara kickandy, acara Sentilan Sentilun tayang selama setengah jam. Dimulai pukul 23.05 WIB. Membahas sepakbola tanah air. Dengan bintang tamu salah seorang mantan pemain sepakbola nasional tahun ’89.
Secara umum, acaranya berisi dialog antara dua orang. Bukan monolog, seperti yang sering dilakukan oleh Butet, dan pernah saya menonton monolognya di Solo beberapa tahun lalu. Butet Kartaredjasa memang kreatif dan kritis, salah satu seniman tanah air yang cukup saya kagumi dalam hal berkarya. Dalam acara Sentilan Sentilun itu, Sentilan berperan sebagai seorang majikan yang suka duduk di kursi goyang. Dan Sentilun adalah pembantu yang selalu membawa sapu tangan makan dan memakai peci hitam. Beberapa kali, terkadang kritikan para seniman itu membuat saya tertawa geli. Mungkin juga berarti menertawakan diri sendiri, bangsa sendiri yang masih banyak perlu perbaikan.
***
*update: sentilan sentilun pundah jam tayang menjadi hari senin 21.30 WIB. Siaran ulang atau tunda hari Rabu sore jam setengah lima
.
*update : pindah tayang lagi tiap Senin malam pukul 22.00 WIB.
Categories: film





keren2 . . .
[Reply]
Indonesia butuh banyak Butet Butet yang lain biar lebih semarak..
[Reply]
dunia penuh tawa yang berbau kritik dan saran sip lanjut …salam
[Reply]
nurrahman18 Reply:
June 14th, 2010 at 11:28 am
@farus, kata2 khas butet dalam sentilan-sentilun: dia akan bilang “menurut”..lalu para penonton menyahutnya dengan “analisis saya”
[Reply]
Wah menarik tuh Pak acara yang seperti itu, tapi saya belum pernah nonton euy,,,Makasih infonya…
[Reply]
sepertinya menarik..
tapi terus terang saya tidak begitu suka dengan acara2 sejenis itu yang isinya menirukan polah tingkah orang lain, terutama kejelekannya..
[Reply]
nurrahman18 Reply:
June 16th, 2010 at 6:14 am
@B.P, klo saya memandangnya sebagai seni kritik
[Reply]
[...] kalau di “jagad” seni pertunjukan panggung, kita mengenal Raja Monolog Butet Kertaredjasa yang hingga kini masih eksis. Menurut saya, jenis stand up comedy itu kurang lebih mirip atau [...]