Dua dari Tiga Hakim
June 25th, 2010
Judul di atas kurang lengkap. Tepatnya; “dua dari tiga hakim akan masuk neraka”. Kurang lebih begitu saripatinya dari sebuah hadits. Di sebuah acara, Tatap Muka tvOne yang saat itu dipandu oleh Om Farhan, seorang ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Mahfudz MD pernah mengutip hal itu. Kemudian saya berusaha menanyakan dan menelusurinya dengan bertanya kepada seorang Ustadz. Dan memang benar adanya. Semoga para penegak hukum seperti hakim pengadilan, jaksa dan sebagainya yang selalu berjuang atas nama kebenaran, selalu ingat hal itu. Sebagai panduan, bukan hanya mengacu kepada kepentingan keadilan di dunia. Karena keadilan juga menyangkut keadilan di kehidupan kelak selepas kehidupan duniawi. Walaupun kita juga menyadari bahwa tidak semua keadilan akan nampak di dunia. Tapi keadilan milikNya dan keadilan di hari akhir itu pasti.
“Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan segolongan hakim lagi masuk surga. Yang masuk surga ialah yg mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum tersebut. Bila seorang hakim mengetahui yg haq tapi tidak mengadili dengan hukum tersebut bahkan bertindak zalim dalam memutuskan perkara maka dia masuk neraka. Yang segolongan lagi hakim yg bodoh yg tidak mengetahui yg haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya maka dia juga masuk neraka.” {HR. Abu Dawud dan Ath-Thahawi}
Categories: ayat





andai saja para hakim kita membaca dan paham hadits di atas yah…. kalau Indonesia masih dipenuhi oleh hakim-hakim yang tidak mau mengatakan bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah, maka selamanya hukum di negeri ini akan mudah untuk dibeli.
ups… pertamax-kah?
salam…. Merdeka…!!!
[Reply]
waduh, ngeri boz…
[Reply]
pekerjaan hakim memang rentan dengan godaan makanya rawan untuk tidak adil dan karena itulah sangat berpotensi untuk masuk neraka hehehe
bukan begitu mas Arif???
salam kenal mas
Rahasia Motivasi Hidup Yang Perlu Anda Tahu!
[Reply]
yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan…ini sudah termakan rupiah…suap menyuap koruptor
sampai kapan indonesia maju.
salam
[Reply]
Untung bukan kita hakimnya, coba kalau kita, pasti kita yang nyemplung ke Neraka, gimana? atau mungkin saja kita akan jujur jika menjadi hakim, hmmm di indonesia ini kayaknya pada kemana ya orang2 jujur kok tidak ada yang mau jadi hakim,
[Reply]
hmmm, artikelnya bgs bgt sob,
sederhana tp pnh makna mendalam
[Reply]
istilah hakim dlm hadis itu bs diekstensi hingga mencakup semua manusia…
setiap saat manusia harus memilih dan memutskan perkara mana yg harus diikutinya
[Reply]