Inovasi Jejaring Sosial

August 2nd, 2010

Era aktualisasi diri melalui dunia maya sudah terjadi di tanah air. Salah satu buktinya semakin banyak orang yang bergabung dengan jejaring sosial di internet. Situs pertemanan atau jejaring sosial, mengapa disebut jejaring sosial? Menurut saya, dikatakan sosial mungkin karena bergabung dengan jejaring sosial bisa meningkatkan status sosial kini. Apalagi bagi anak muda. Dan itu adalah sebuah hal yang lumrah dibicarakan kini.

Dua tahun ini, euforia jejaring sosial di tanah air cukup besar dan menyedot perhatian khalayak umum. Beragam kasus/berita bersumber dari sana mulai dari penculikan sampai kasus hukum lainnya. Disadari atau tidak, euforia teknologi berefek samping negatif. Mungkin karena budaya bangsa ini masih ‘latah’ karena terlalu lama menyandang gelar negara berkembang. Tidak beranjak menjadi negara dengan perekonomian maju. Euforia tersebut harus disikapi dengan baik oleh semua pihak. Salah satu caranya yakni mengajarkan etika menggunakan jejaring sosial secara khusus dan teknologi internet secara umum. Khususnya bagi SD, SMP, SMA. Pelajaran etika tersebut bisa disisipkan dalam berbagai mata pelajaran seperti tata krama atau dibuat secara khusus. Hal ini tentu dengan asumsi bahwa para guru sekolah diharapkan dapat ikut berpartisipasi dengan tidak antipati untuk belajar mengenai internet dan jejaring sosial :) .

Jejaring sosial di internet itu seperti gabungan dari fungsi-fungsi yang tercipta dari teknologi internet. Seperti email, share photo, chat, blog, note, toko online, dan bahkan video call. Jejaring sosial adalah inovasi dari hal-hal itu. Dan alangkah baiknya jika inovasi jejaring sosial di tanah air menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Bukan mentah-mentah mengadopsi kondisi negara lain atau negara tempat sebuah jejering sosial diciptakan. Berikut beberapa usulan (disaripatikan dari pengalaman pribadi sejauh ini berinteraksi dengan beragam jejaring sosial) mengenai konsep jejaring sosial yang pas untuk segala keterbatasan teknologi internet di Indonesia dan disesuaikan dengan budaya masyarakat tanah air.

1.   Web jejaring sosial mudah diakses.

Tidak dipungkiri kecepatan akses internet di tanah air secara umum masin minim. Tarif dan prasarana belum terjangkau buat semua kalangan. Jadi, kalau sebuah web jejaring sosial super canggih dengan berbagai feature mengesankan tetapi dibuka saja harus membutuhkan akses internet yang cukup cepat, maka akan tidak banyak diminati karena hanya sedikit orang yang bisa menikmati hal itu. Sebagai tambahan, bisa juga ditambah feature pilihan akses, seperti akses tanpa gambar atau foto yang notabene cukup memakan bandwith.

2.   Keamanan data sosial.

Lumrah kalau ada yang bilang bahwa salah satu kebiasaan orang Indonesia berinternet adalah jarang mau memberikan biodata asli sejauh memang diperlukan. Bisa jadi, memang budayanya seperti itu. Terlalu takut data sosial itu tersebar karena juga sadar bisa memancing perilaku kejahatan dari pengguna internet lainnya. Bahkan terkadang sebuah gambar yang di-upload di jejaring sosial tak jarang bisa disalahgunakan. Nah, mungkin dengan sebuah cara tertentu sebuah jejaring sosial bisa mem-protect hal-hal semacam itu. Agar tidak bisa di-copy sembarangan. Misal sebuah gambar tidak bisa di-save as sembarangan kecuali dengan ijin kepada user yang bersangkutan, dan seterusnya.

3.   Fenomena civil society

Semakin banyaknya komunitas, hal tersebut berpengaruh pada interaksi sosial. Baik di dunia nyata maupun dunia maya. Orang akan cenderung menunjukkan eksistensinya atau aktualisasi diri dengan ikut bergabung pada komunitas tertentu yang disukainya. Anggapan bahwa jika tidak punya komunitas bergaul (bisa dalam hal kesamaan hobi, organisasi pergerakan sosial dan lainnya) maka akan susah memperoleh pengakuan di masyarakat adalah sebuah hal wajar kini. Bahkan terkadang dianggap kuno atau ketinggalan jaman. Nah, dengan kondisi tersebut, pendekatan web jejaring sosial untuk mengajak komunitas bergabung dan bisa menunjukkan eksistensi komunitas di web jejaring sosial adalah sebuah keuntungan. Agar web jejaring sosial semakin banyak disukai.

4.   Konten lokal dan pendidikan

Negera ini sudah terlalu lama tersentralisasi. Seolah kalau melihat internet atau media televisi, semua hal terpaku pada sebuah kota (dan budayanya); Jakarta. Betul kan? Jadi, alangkah lebih baik jika ada sebuah web jejaring sosial yang mengakomodir untuk meningkatkan kecintaan pada budaya lokal daerah. Bukan untuk mengotak-kotakkan kembali, tetapi untuk melestarikan budaya. Misalnya dengan menampung berbagai artikel tentang seni dan budaya lokal. Hal lain yang perlu ditambah juga berkaitan dengan pendidikan. Bahkan mendidik untuk berinteraksi lewat jejaring sosial dengan benar. Sebuah jejaring sosial mempunyai ‘privacy policy’ atau ketentuan penggunaan. Namun sayangnya terkadang hal tersebut termuat dalam bahasa inggris yang mana jarang sekali dibaca, dipahami dan diterapkan dengan seksama.

Demikian beberapa unek-unek tentang jejaring sosial. Semoga bermanfaat :D !

*ditulis untuk : Kompetisi Menulis Artikel Online Internet Sehat Aman

Baca Juga Ya :) :

Categories: Opini

Tags: , , , , Leave a comment

Comments Feed17 Comments

  1. Tweets that mention Inovasi Jejaring Sosial | Blog Kumpulan Hobi -- Topsy.com

    [...] This post was mentioned on Twitter by Invasi Inovasi, Nurrahman . Nurrahman said: inovasi jejaring sosial; http://bit.ly/df9o9h [...]

  2. Haeruna

    ga punya akun social networking satupun.. eh, ada friendster.. tapi dah lupa loginnya

    [Reply]

    nurrahman18 Reply:

    @Haeruna, punya blog mungkin juga termasuk dalam kategori “jejaring sosial” :)

    [Reply]

  3. rumah-sehat afiat

    gunakan fungsi jejaring sosial untuk kebaikan dan maka berguna buat kita semua. salam sehat

    [Reply]

  4. bukan detikcom

    Problem paling utama yang dihadapi Indonesia adalah karna sebelum datangnya jejaring sosial, kita punya banyak aturan sosial yang “melarang” kita untuk mengungkapkan isi hati. Bahkan untuk sekedar bilang “lagi laper nih” kita kadang harus liat-liat sikon.

    Itu kenapa datangnya si jejaring sosial itu kadang buat sebagian orang jadi bikin seperti gegar budaya. Seolah langsung menemukan media untuk mencurahkan perasaan yang sebelumnya “dilarang”. Gak heran kita jadi seolah masih mencari-cari mana yang boleh dan tidak boleh diungkapkan

    [Reply]

  5. Wulan

    wah komen saya udah terwakili di komennya Bukan Detikcom.. hehe.
    kunjungan pertama..
    salam kenal bos! ^_^

    [Reply]

    nurrahman18 Reply:

    @Wulan, salam kenal balik :)

    [Reply]

  6. saenake

    gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

    [Reply]

  7. delia

    semua inovasi IT termasuk social network ada manfaatnya tergantung dari bagaimana kita menggunakannya :)
    setuju banget….
    punya beberapa cuma jarang di update hehhehe

    [Reply]

  8. krupuk

    wah, komen ikut sama delia :D

    [Reply]

  9. noe nunk

    yg namanya teknologi biasanya berdampak negatif n positif… tergantung penggunanya…. kalau mang jejaring sosial ini mang d gunakan untuk berekspresi ataupun edukasi, saya rasa itu sangat bermanfaat untuk khalayak ramai :D

    [Reply]

  10. gunk

    sampai kapan fenomena ini akan bertahan?
    dan muncul apalagi esok..?shg menjamurlah situs2 spt
    ini…
    baru bikin, eh muncul lg yg laen..

    Namun tulisan2 yg cenderung hanya sekadar mengumbar sensasi dan popularitas tak akan berumur panjang. :)

    [Reply]

    nurrahman18 Reply:

    @gunk, apa loe kate emang ada benarnya. landasan filosofi lebih buat daripada kepentingan pragmatis lahiriyah sesaat. hehehe

    [Reply]

  11. Brotoadmojo

    kalau semua digunakan untuk hal yg positif tentunya sangat bermnfaat sekali..
    terimakasih, semoga sukses

    [Reply]

  12. hinesrvr

    jejaring sosial memang seakan akan menjadi bagian hidup kita..
    heheh, artikelnya menarik

    [Reply]

  13. Iklan Google Chrome Indonesia | Arif's Blog | Kumpulan Hobi

    [...] for Life Mengisahkan bagaimana social media atau jejaring sosial digunakan untuk kemaslahatan bersama secara [...]

  14. 100000+ science

    wah bagus artikelnya ..
    Izin read nih gan

    [Reply]

Leave a comment

Anti-Spam Quiz:

Feed

http://arifnurrahman.com / Inovasi Jejaring Sosial