Doa Untuk Ibu
September 25th, 2010
Saat duduk di bangku taman kanak-kanak, saya seringkali pulang ke rumah lebih siang atau sore daripada teman-teman yang lain. Mengapa? Bukan karena saya termasuk anak yang bandel sehingga sering keluyuran untuk main. Tapi karena saya harus menunggu Ibu selesai mengajar. Lokasi sekolah smp tempat Ibu saya mengajar berselebelahan dengan lokasi taman kanak-kanak. Dan cukup jauh dari rumah tempat saya tinggal. Sehingga sekalian Ibu saya berangkat kerja, sekalian pula saya diantar naik seped motor. Begitu pula ketika pulang.
Untuk mengisi kekosongan waktu menunggu itu, saya sering menggambar. Di ruangan guru atau kantor Ibu saya. Duduk manis di belakang meja berkaca sambil menggambar di atas kertas apa saja seadanya dengan memakai pensil. Menggambar apa saja yang saya bisa. Maklum anak TK, ya apa saja yang ada di pikirannya. He he he. Dan jangan ditanyakan mengenai hasilnya. Tentu saja kurang lebih sama dengan coretan anak TK lainnya yang kebanyakan bernasib ikut menyesaki tempat sampah. Atau paling tidak menggambar sekaligus mewarnai di buku gambar khusus. Karena kebiasaan itulah, maka ketika sudah memasuki bangku sekolah dasar saya masih suka menggambar.
Suatu saat, terdengarlah informasi bahwa ada lomba menggambar untuk anak-anak. Bertempat di lingkungan kantor pos kota Purworejo; kota kecil tempat saya lahir
. Saya tidak tau dan tentu tidak begitu ingat bagaimana awal mulanya akhirnya saya berminat dan mau mengikuti lomba menggambar itu. Yang jelas atas dorongan dan dukungan Ibu-lah saya memberanikan diri. Karena itu adalah pertama kali saya mengikuti lomba menggambar. Ibu saya mendaftarkan saya untuk lomba menggambar untuk usia 6-9 tahun. Ibu juga lah yang selalu rajin mendampingi saya berlatih menggambar. Dan dibelikanlah seperangkat alat gambar baru. Ah senangnya. Atas saran Ibu pula, saya akhirnya memilih untuk menggambar pemandangan hutan dan beberapa hewan. Gambar kesukaan saya.
Hari itu pun tiba. Ibu mengantar saya dengan sepeda motor menuju ke lokasi lomba. Ah masa itu saya merasa masih sangat lugu dan ciut nyali. Saya memang bukan tergolong anak yang pemberani. Kalaulah tidak diantar Ibu, pasti saya takut datang ke lokasi lomba.
Lomba pun berjalan dengan cukup lancar. Hari demi hari berlalu tanpa saya berharap apapun dari lomba itu. Ya, saya tidak punya gambaran ketika itu untuk datang ke acara pengumuman lomba dan menerima penghargaan sebagai juara. Tapi yang tidak saya bayangkan itulah yang justru terjadi. Ohh, saya pun membisu tanpa ekspresi. Mungkin agak sedikit bertanya dalam hati, apakah benar nama saya yang dipanggil sebagai pemenang pertama lomba menggambar usia 6-9 tahun itu! Alhamdulillah. Pengumuman pemenang lomba yang sekaligus diadakan di acara TPQ sore hari itu, saya masih tak bisa berekspresi gegap gempita menang lomba ketika berfoto dengan Ibu. Ah, dasar masa kecil saya yang menggelikan.
. I love my Mom!

*****
Ingatan tentang cerita di atas masih sering saya jadikan inspirasi penyemangat saya. Ibu yang selalu menjadi cerminan dan penyemangat saya. Di kala masa penelitian saya untuk segera melepas status sebagai mahasiswa yang tak kunjung usai kuliah di Jogja, Ibu selalu sabar untuk menasehati saya agar selalu semangat dan rajin. Bahkan tak jarang Ibu menelepon saya pagi hari untuk mengingatkan sholat tahajud dan sholat subuh tepat waktu.
Sebenarnya saya malu terhadap Ibu saya. Belum bisa berbuat banyak untuk membalas jasa dan pengorbanannya selama ini. Yang tentu tak dapat saya hitung dan perbandingkan. Apalagi kasih sayang Ibu kepada anak-anaknya.
Saya selalu bertekad dan berusaha keras agar bisa benar-benar membahagiakan Ibu saya kelak. “Ya Allah mudahkanlah urusanku untuk segera lulus, dan mudahkanlah bagiku untuk membahagiakan Ibuku. Ibuku. Bapakku, keluargaku, sodara-sodaraku, teman-temanku dan orang-orang di sekelilingku. Amin!”
*Ditulis untuk Blog Competition “1000 kisah tentang Ibu” yang dipersembahkan oleh Ungu dan Gery Chocolatos.
“Doa untuk Ibu” by UNGU
kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan
oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
ooohh putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
Categories: cerita




[...] This post was mentioned on Twitter by Nurrahman , Nurrahman . Nurrahman said: doa untuk ibu; http://arifnurrahman.com/2010/09/25/doa-untuk-ibu/ [...]
……hormati ibu
utk mndptkn tiket msuk ke jalan sukses, d butuhkan “doa ibu’.
peliharalah silaturahmi dg orang tua kita…..
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 3:53 pm
@toni, nuwun mas oni_blank
[Reply]
Hormati ibu karena sorga berada dibawah telapak kaki ibu
[Reply]
Ibu kita memang tidak bisa tergantikan ya mas…salam untuk ibunya ya.
[Reply]
Ibu selalu punya semangat yang siap disalurkan ke putra-putrinya,, Ibu tidak menuntu banyak kepada anak-anaknya, beliau sudah sangat bersyukur anaknya berjalan dijalan-Nya.
[Reply]
salam untuk ibu.
[Reply]
semoga u memenangkan lomba ini
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 5:08 am
@sky, amin,makash sob
[Reply]
waw dapat juara apa itu..saya g ikutan neh kontes yang ni
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 5:30 am
@aa ian, ini lg berusaha dpt juara Om
[Reply]
siapapun pasti pernah menjadi anak yang pasti ada ibu
jadi ini adalah tulisan yang bagus, menghormati ke ibu kita
[Reply]
Iya mas.. Saya jadi ingat sama ibu saya….
[Reply]
semoga menang yaa…
o iya..mas dapat award jg lho..cek disini yaa
http://mbaratna.com/dapat-award-blog/
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 2:32 pm
@Ratna, nuhun mbak Ratna
[Reply]
Kalau membicarakan jasa seorang ibu kepada anak, tak ada seorangpun yang bisa membalasnya dengan yang setimpal, ibarat pepatah kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah. Harapan seorang ibu kepada anaknya adalah do’a.
Darah daging kita dari air susunya, Jiwa raga kita dari kasih sayangnya, dialah manusia satu-satunya, yang menyayangi kita tanpa ada batasnya.
Doa ibu insya Allah akan maqbul, Ridla Ilahi karena ridlanya
murka Ilahi juga karena murkanya
[Reply]
Alwi Reply:
September 27th, 2010 at 2:30 pm
Mudah2an sukses kontesnya Mas Arief ….
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 2:33 pm
@Alwi, maturnuwun kang Alwi
[Reply]
salam sobat
lagunya bikin terenyuh di hati.
saya suka lagu doa ibu ini.
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 3:12 pm
@NURA, saya juga
[Reply]
ibu kasihnya tiada terganti
[Reply]
ameen
[Reply]
memang doa ibu yang terbaik….seperti lagu ungu ya
[Reply]
pahlawan tanpa tanda jasa itu bener2 Ibu..
sukses untuk kontesnya ya
salam..
[Reply]
arif Reply:
September 27th, 2010 at 6:37 pm
@’Ne, mksh
[Reply]
Baca tulisan ini jadi kangen emak di kampung.
Hiks…hiks…hiks…
[Reply]
arif Reply:
September 28th, 2010 at 5:51 am
@Agus Siswoyo, ambil tisu kang
[Reply]
Ibu memang sosok yang sangat luar biasa. Semoga kita semua diberi kesempatan dan kekuatan untuk membahagiakannya. Amien
[Reply]
Ibu, maafkan atas segala salahku padamu. Inilah ungkapan yang tidak sempat terucap sebelum beliau meninggal. Aku kan selalu mendoakanmu.
[Reply]
Tulisan yg bagus, mengingatkanku pada ibuku, begitu besar jasanya & sy masih belum bisa membahagiakannya. Ibumu pasti bangga punya anak sepertimu Arif, …
Insya Allah anda menjadi salah satu pemenang Kompetisi. Salam kenal & Sukses
[Reply]
semoga menang sob…
[Reply]
arif Reply:
October 1st, 2010 at 6:59 am
@julicavero, semoga,semoga besok menang
. amin! makasih sob
[Reply]
wah aku senang akan tulisanmu, mudah2an dalam kompetisi ini kamu juga kan keluar sebagai pemenangnya karena tulisan ini original.
[Reply]
arif Reply:
September 28th, 2010 at 9:31 am
@boyin, makasih sob
[Reply]
jadi sebuah perenungan…hem..salam…
[Reply]
mantab kang…..saya sukaaaaa……….suka banget!!!!
[Reply]
ikut sayembara to mas
[Reply]
arif Reply:
September 28th, 2010 at 2:30 pm
@Andi, hehehe,namanya juga usaha
, minta dukungan dan doanya aja deh
[Reply]
Oooooh pantesan…
Ibu, tak akan pernah bisa kita sebagai anak membalas kebaikannya…
[Reply]
memang tidak ada yang bisa menggantikan jasa-jasa seorang ibu….. makasih ibu
[Reply]
anak ibu guru biasanya pintar2 dan berprestasi
tuh sudah ada bukti pialanya
[Reply]
bagaimanapun.. ibu adalah sosok yang luar biasa.. hiks.. jadi terharu..
[Reply]
bagaimanapun.. ibu tetep sosok yang luar biasa,,
hiks.. jadi mellow nih..
[Reply]
arif Reply:
October 1st, 2010 at 7:31 am
@Gravisware, metal= mellow total
[Reply]
ibu sosok wanita yang paling hebat
btw, foto waktu kecilnya lucu, itu yah piala dari lomba menggambarnya?
[Reply]
arif Reply:
September 29th, 2010 at 8:59 pm
@Yolis, (blush)
[Reply]
Ibu, I love U
Salam persohiblogan
Lama tak bersua. Maaf karena kesibukan membuat saya sulit BW.
Baru sempet nih, itu pun sekedar sapaan sembari lewat.
Mohon Maaf Lahir & Bathin
[Reply]
arif Reply:
September 30th, 2010 at 8:30 am
@achoey, makasih kang achoey
[Reply]
Kebaikan ibu melebihi segalanya
[Reply]
arif Reply:
October 1st, 2010 at 6:59 am
@nurhayadi, pasti
[Reply]
amiiin,..
Your writing reminds me of my parents
nice to see your blog.
but i can to understand about your language..
so
if you want to know about me please visit my blog
[Reply]