Mereview Film
May 23rd, 2011
Salah satu cara agar mudah mengingat tentang cerita dalam sebuah film yang telah selesai saya tonton adalah dengan membuat posting-nya di blog. Mungkin terkesan sepele dan aneh, tapi maklumlah demi mengatasi keterbatasan memori. Lagipula kan lumayan buat nambah posting di Blog! Sudah beberapa kali saya mengatakan kalau sebetulnya saya bukan maniak film yang suka nonton di Bioskop. Hanya sekadar suka nonton film demi memperoleh hiburan dan wawasan semata. Paling banter nonton di Bioskop dalam periode waktu beberapa bulan sekali karena ajakan teman-teman pas ada film yang benar-benar bagus ditonton rame-rame. Lebih suka nonton di komputer atau laptop karena tidak terbatas pada ruang dan waktu serta bisa nonton film yang banyak dalam sehari. Film bisa diperoleh dari download atau ngopy punya teman dan di warnet.
Setelah selesai menonton sebuah film, biasanya suka langsung mem-posting-nya di blog. Atau terkadang cuma membuat catatan kecil yang di lain waktu baru membuatnya. Maklum lagi, karena saya juga bukan ahli dalam me-review sebuah film atawa pemerhati / pengamat film. Apalagi pemain atau pembuat film, oh tentu bukan
.
Saya menilai kualitas sebuah film dari 4 hal garis besar yaitu gambar, suara, pemain, dan cerita. Tentu dari kacamata penikmat awam macam saya, keempat hal itu cukup pakai intuisi saja, tidak perlu variabel-variabel njelimet dalam ilmu perfilm-an yang saya tidak tahu
. Gambar dan suara biasanya suatu kesatuan yang mempunyai kualitas mirip-mirip dalam sebuah film. Jika gambarnya lumayan, maka audio-nya pun hampir mengikuti. Begitu juga dengan pemain dan kualitas akting para pemain itu sendiri. Kalau urusan pemain favorit, mungkin itu relatif. Sedangkan untuk urusan cerita, sebetulnya unsur ini lebih utama dan pertama dari keminatan nonton sebuah film. Baru ketiga yang lainnya dipertimbangkan. Ya, jadi begitulah cara sederhana menurut saya dalam mereview film. Bagaimana menurut anda?
Categories: film





Gitu dong, habis nonton pilem, langsung tulis ulasan pilemnya.
[Reply]
bagus tuh , setelah di tonton langsung dibikin reviewnya
[Reply]
arif Reply:
May 25th, 2011 at 11:06 am
@sichandra, iya, klo pas habis nongton pilm
[Reply]
jarang nonton film
pinjamin donk
[Reply]
arif Reply:
May 24th, 2011 at 7:36 pm
@Kurnia Septa, donlot ajah gan klo gt
[Reply]
Kalau saya jarang nulis review film, habis nonton biasanya ngantuk (nontonnya malam). Dan paginya, sudah lupa apa yang ditonton semalam, hahaha….
[Reply]
arif Reply:
May 25th, 2011 at 10:11 pm
@isnuansa, berarti paginya cuma inget mimpinya ya mbak,hehehe
[Reply]
thx.. sekarang ada indikasi pelem indonesia balik ke tahun 80-an kang. mengeksplorasi aurat.. benar kan.. salam kenal
[Reply]
arif Reply:
May 30th, 2011 at 1:45 pm
@El Latif, bener banget, pernah saya singgung di : http://arifnurrahman.com/2011/04/01/film-hantu-dan-semi-porno/
[Reply]
saya meriview klo film itu benar2 berkesan buat saya,..gak harus tau sutradara atau genre lainnya yg penting saya suka dan terkesan dgn film tersebut,maka akan saya review,..gt dh
[Reply]
arif Reply:
June 6th, 2011 at 6:02 pm
@citra w. hapsari, mirip2 lah,saya juga suka melakukan hal serupa walopun masih pilih2 pilm
[Reply]
[...] dan menarik” untuk dibahas dari film ini selain seperti uraian di atas sebagai sinopsis/review. Yakni, seolah ditampilkan bahwa teknologi (rekayasa genetika dengan serum, dan sejenisnya) milik [...]