Acara Musik di Televisi

acara musik di televisiAcara Musik di Televisi Indonesia saat ini banyak sekali. Hampir setiap televisi (TV) Indonesia mempunyai acara atau program yang bertema musik. Baik TV nasional, lokal, berjaringan, satelit hingga berlangganan. Pada kesempatan kali ini, saya akan lebih banyak menyinggung mengenai acara musik di TV Nasional (baik negri maupun swasta) :). Sebut saja beberapa program atau acara musik tersebut yaitu Jamin TVRI, Tarung Dangdut MNCTV, Derings TransTV, Musiklopedia Trans7, Histeria Indosiar, Klik ANTV, Dahsyat RCTI, Inbox SCTV, Harmoni SCTV, 100% Ampuh GlobalTV, Radio Show tvOne, dan Musik + MetroTV. Program-program musik tersebut punya “warna” masing-masing, disesuaikan sesuai dengan segmentasi penonton, jam tayang, pengisi acara,  dan faktor-faktor pendukung lainnya.

Ada yang memiliki konsep serupa, bisa dikatakan “mengekor” setelah beberapa tahun lalu ketika acara musik kembali semarak di televisi. Misalnya dengan konsep acara musik dimana terdapat beberapa host sekaligus, ada penampilan musisi live performance, menampilkan video klip, tangga lagu, tayang setiap hari, dan seterusnya. Tetapi ada pula yang membuat konsep dengan tidak serta-merta mengikuti arus tren, not mainstream. Sehingga jika dilihat dari segi jam tayang, mulai dari pagi siang sore hingga malam selalu ada program musik di TV.

Live Performance

Menurut saya, apabila dibandingkan dengan acara musik TV pada tahun 90-an akhir (Delta, Clear Top Ten, dll) hingga 2000-an pertengahan, acara musik TV saat ini mengalami peningkatan. Peningkatan dalam arti keragaman acara dan tentunya ternyata peminatnya cukup banyak serta cenderung meningkat. Semua acara musik menghadirkan live performance para artis atau musisi. Dari sisi industri cukup positif.

Tetapi sayangnya, seperti sudah jamak diketahui pula bahwa tidak semua benar-benar live performance alias lipsync. Dimana sang penyanyi hanya menggerakan bibir seolah-olah bernyanyi padahal tidak. Jika tidak lipsync, mungkin seperti karaoke-an, dimana para pemainnya berpura-pura memainkan alat musik sedangkan sang vokalis pakai suara asli.

Perihal lipsync ini, memang cukup menuai pro-kontra bagi para penikmat musik, apalagi dilihat dari sisi kualitas. Ada yang kurang setuju, ada pula yang menganggap hal itu sudah biasa. Dan dengan adanya live performance itu, tentunya membutuhkan penonton. Dimana fenomena penonton “bayaran” juga bukan rahasia lagi kini. Bahkan acapkali mereka mendapat julukan penonton alay. Di sisi lain kadang mendapat cap negatif, tapi kemudian ada pula pihak yang menganggap itu lumrah sebab seperti memberikan lapangan pekerjaan baru.

Variety Show

Harus diakui, acara bertemakan musik itu tidak semuanya benar-benar tentang musik. Saat ini tren bergeser menjadi variety show. Sebab bukan melulu tentang musik, terkadang dikombinasikan dengan acara masak, komedi, sulap, talkshow, dan masih banyak lagi. Mungkin para pembuat program acara mempertimbangkan agar penonton tidak jenuh dan supaya bisa menarik penonton lebih banyak lagi, bukan hanya mereka para penonton musik. Sehingga program musik sekarang cenderung secara umum bergeser menjadi program yang berisi “gado-gado”, meskipun dibalut judul sebagai acara tentang musik. Lagi-lagi muncul kontroversi perihal ini. Tapi toh buktinya acara musik hingga kini masih laris saja, mungkin dari segi rating tetap cukup baik.

***

Sebagai penikmat musik, saya tetap mendukung acara musik TV. Dari opini yang saya sampaikan di atas, saya tidak berdiri pada pihak pro atau kontra perihal kontroversi-kontroversi yang sekarang muncul.

Hanya saja kalau boleh saran, maka mungkin perlu evaluasi mengenai konten yang mana terkadang telah menimbulkan “protes”, jam tayang (hingga penonton bayaran), serta live performance yang sebaiknya tidak melulu mengedepankan lipsync :). Maju terus musik Indonesia!





Posting Yang Berkaitan :

7 thoughts on “Acara Musik di Televisi”

  1. Sejauh ini saya suka Radio Show TV One :) Dahsyat dan sejenisnya entah gimana terlalu direkayasa kalau kata saya :|

    [Reply]

    arif Reply:

    @PeGe, kalau bagi saya, acara musik pagi di hari produktif itu kurang “sreg”, sebab pagi hingga siang itu kan jam produktif bisa dapet banyak ide dan pekerjaan, tapi kok malah diajak tidak produktif menikmati hiburan, kontra :D

    [Reply]

    arif Reply:

    @arif, dan saat ini, disana cenderung acapkali membawakan lawakan yang kurang etis. modalnya mencela bahkan tentang fisik. sisi mendidiknya jadi minim, lawakan kok tak ubahnya macam hinaan :(

    [Reply]

  2. iya.. skrg makin gila aja acara musik.. dari yang bermutu sampai yang abal abal. tapi kitalah semua yang pilih mau nonton yang mana…

    [Reply]

    arif Reply:

    @applausr, bener banget, harusnya dikasih tanda “bimbingan orang tua” :mrgreen:

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anti-Spam Quiz: