Demonstrasi Tanpa Anarki

Demonstrasi Tanpa AnarkiKata para aktivis dan tokoh, demonstrasi atau unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi. Demonstrasi adalah wujud aspirasi, tidak serta merta bertujuan instan tapi jangka panjang. Demonstrasi sangat bermanfaat untuk koreksi dan evaluasi. Saat ini sedang terjadi demontrasi mengenai tolak kenaikan BBM (bahan bakar minyak) di berbagai kota di Indonesia. Tapi melihat beberapa liputan berita demonstrasi yang berujung ricuh itu terkadang membuat saya cukup miris :(. Ada yang merusak fasilitas umum, memblokir jalan seenaknya sehingga macet, saling pukul dan lempar senjata hingga nampak seperti kondisi tak ubahnya dalam peristiwa tawuran. Tak bisa dipungkiri jika memang bisa saja demonstrasi berakhir dengan bentrokan masa dan semacamnya.

Memang kejadian di tkp itu bisa begitu “panas”, banyak faktor termasuk penyusup pihak ketiga dan seterusnya. Saya juga pernah merasakannya langsung, walaupun bukan aktivis tapi hanya simpatisan. Dan sekali lagi, saya bukan hendak beropini untuk menolak kegiatan demontrasi, tetapi hanya berharap bahwa maksud dan tujuan yang mulia dari demontrasi itu hendaknya juga dilaksanakan dengan tindakan yang sama, bukan anarki :).

Masih terkait dengan demo kenaikan BBM, kalau boleh memberikan usulan tambahan :

Demo-lah supaya UU Migas diperbaiki agar kebijakan energi Indonesia benar-benar berpihak pada rakyat. Indonesia yang katanya kaya akan minyak bumi ini sejak beberapa taun lalu keluar dari organisasi dunia negara penghasil minyak atau OPEC sebab salah satunya telah mengimpor minyak. Padahal saya yakin sebetulnya SDM Indonesia mampu untuk mengelola perminyakan Indonesia secara “lebih mandiri”, tentunya apabila kebijakan UU Migas berpihak pada kepentingan nasional demi generasi penerus bangsa.

Demo-lah agar energi alternatif kian diperhatikan. Indonesia berlimpah akan energi alternatif. Misalnya saja begitu melimpahnya energi matahari, air, angin, gas alam, dan biogas. Marilah berikan dorongan agar teknologi energi Indonesia kian maju. Dan masih terkait dengan BBM yaitu masalah transportasi;

Demo-lah supaya pemerintah lebih memperhatikan transportasi umum. Sebab selama ini transportasi umum kurang diperhatikan dan tidak dikelola dengan cukup baik. Solusi dari kemacetan adalah transportasi umum. Penambahan jalan bukanlah solusi tepat, sebab jika jalan terus semakin diperbanyak maka kendaraan pribadi juga akan terus banyak. Sedangkan kebijakan kepemilikan dan pembelian kendaraan pribadi di Indonesia masih dibuka lebar-lebar tanpa aturan ketat.

***

Apakah anda setuju dengan kenaikan BBM? Bagi saya, terlebih dulu ingin mempertanyakan tentang itung-itungan produksi dan harga jual BBM. Termasuk itung-itungan subsidi BBM dan kompensasi bantuan langsung tunai. Sebagai masyarakat awam, saya hanya bisa berpendapat subjektif bahwa masih meragukan tentang hal itu. Sehingga tidak tau apakah kenaikan BBM itu sebetulnya strategi yang tepat atau bukan saat ini.

Meskipun begitu sebagai rakyat biasa tentunya tetap merasa rugi sebab kenaikan BBM akan diikuti pula kenaikan sembako dan lain sebagainya. Tapi toh apa mau dikata, April nanti saya (dan juga para demonstran tolak kenaikan BBM) tentunya tetap akan membeli BBM meskipun harganya naik!





Posting Yang Berkaitan :

14 thoughts on “Demonstrasi Tanpa Anarki”

  1. hitung hitungannya tidak pernah ada sob… contohnya berapa sih sebenarnya harga modalnya bbm itu..? coba cari deh.. hehehe

    [Reply]

    arif Reply:

    @applausr, heem, apalagi bagi saya yang tak punya backgroud atau pengalaman kerja yang berkaitan dengan BBM. Tapi kalau ada yang mau membantu kasih masukan dimari tentunya saya trima dengan senang hati :)

    [Reply]

  2. Kalo lihat di TV, rata2 demonya pada anrkis semua.
    Ngerusakin tempat umum, kendaraan pemerintah, dll.
    Kalo dipikir2 sih, jadi geram sendiri.
    Itu otaknya pada kemana ya? :D
    Boleh2 aja demo soal kenaikan BBM, tapi ya yang damai dong :D
    Btw, sama kayak si mas, walau BBM jadi naik, ujung2nya tetep aja bakalan dibeli :lol:

    [Reply]

    arif Reply:

    @Zippy, malem ini liat TV, TV berita nayangin liputan live kondisi titik2 pusat demonstrasi, ada yang masih saja bentrok, rusuh :(

    [Reply]

  3. kata anak muda Indonesia ” demo kalo tidak anarki ngak rame ” apakah bener itu adanya? dengan banyaknya pemberitaan demo anarki di televisi

    [Reply]

    arif Reply:

    @Andank, salah kaprah menurut saya, lalu apa bedanya sama tawuran (no offense pls)! Walaupun yang namanya anak muda pasti punya gairah berapi2, tapi alangkah bijaknya kalau bisa berpikir logis tanpa harus mentah2 mencampuradukkannya dengan perasaan :)

    [Reply]

  4. pengennya sih demo tanpa anarki tp entah kenapa selalu ada aja anarki yg terjadi

    [Reply]

    arif Reply:

    @tomi, semua juga pengen damai, tapi ke-damai-an memang tak instan *maybe*

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anti-Spam Quiz: