Promosi Wisata Lewat Kaos
April 23rd, 2012
Salah satu oleh-oleh yang biasanya tersedia di lokasi wisata (pantai, gunung, museum, candi, danau, kebun binatang, hutan wisata, dll) adalah berupa kaos. Kaos yang bergambar atau bertuliskan nama lokasi wisata, kota tempat lokasi wisata berada, ikon wisata, tagline wisata, gambar sketsa, dan semacamnya. Dengan berbagai macam desain dan pilihan warna, sebagai salah satu alternatif kenang-kenangan bagi para wisatawan yang telah berkunjung. Bagi para wisatawan, baik dalam maupun luar negri, oleh-oleh berupa kaos cukup bermakna. Salah satunya sebagai bukti untuk menunjukkan kepada teman saudara dan handai taulan, lokasi wisata mana saja yang pernah dikunjunginya
.
Sedangkan bagi pihak pengelola lokasi wisata dan daerah tempat lokasi wisata itu berada, juga memberikan manfaat untuk menaikkan brand, kepentingan pemasaran atau promosi wisata. Dan tentunya manfaat langsung yang berasal dari transaksi jual beli.
Segmentasi Produk Kaos Oleh-Oleh Wisata
Kalau dilihat dari sudut pandang segmen pasar, secara umum ada dua (2) jenis segmen kaos oleh-oleh wisata. Pertama adalah segmen merakyat, dimana kaos yang dijual dibandrol dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. Biasanya dijual di lokasi seperti pasar (tradisional) yang terletak dekat dengan objek wisata, kawasan PKL (pedagang kaki lima); dengan kualitas produk bahan, desain, dan sablon disesuaikan harga. Kedua adalah segmen premium, dimana biasanya dijual di lokasi seperti toko khusus oleh-oleh dengan harga dan kualitas lebih daripada segmen pertama.
Contoh nyata dari penjelasan segmentasi di atas yaitu misalnya di Jogja. Kebetulan saat ini saya berdomisili di Jogja untuk menyelesaikan kuliah dan merintis pekerjaan. Untuk membeli kaos oleh-oleh wisata yang “murah meriah” dapat ditemukan di kawasan PKL Malioboro atau Pasar Beringharjo. Sedangkan bila menginginkan oleh-oleh kaos dan asesoris lainnya dengan harga dan kualitas yang lebih bervariasi, para tukang becak akan dengan senang hati mengantar wisatawan ke komplek toko di daerah Kauman
.
Promosi Wisata
Bagi lokasi wisata yang sudah cukup terkenal, maka sudah lazim ditemukan kaos semacam itu, baik untuk segmen pertama maupun kedua. Tapi kita tau juga bahwa meskipun Indonesia kaya akan obyek wisata, namun masih banyak lokasi wisata yang belum berkembang. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk “menciptakan pasar” atau market driving demi kepentingan promosi wisata.
Jadi menurut saya, bagi lokasi wisata yang belum berkembang, masih terbuka peluang untuk mempromosikan wisata lewat sarana atau media penjualan oleh-oleh berupa kaos
. Bukan berharap “menunggu” supaya lokasi wisata ramai lalu produk oleh-oleh kaos akan laku, tetapi upaya “menjual” kaos wisata sebagai salah satu cara untuk promosi wisata. Memang kedua hal itu saling berkaitan berkorelasi positif, hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

Desain Kaos
Melalui posting ini, saya hanya bisa memberikan dukungan bagi para pelaku industri clothing khususnya kaos, agar bisa mengangkat lebih banyak lagi lokasi wisata yang dijadikan sebagai desain kaos. Dengan harapan agar supaya lebih banyak dikenal dan potensi obyek wisata kian berkembang.
Beberapa saran dan masukan terkait dengan desain kaos untuk oleh-oleh wisata yaitu :
1). Desain disesuaikan dengan segmen pasar. Segmen pasar dalam hal ini adalah para wisatawan yang sesuai dengan kondisi lokasi wisata. Pemilihan desain akan menentukan brand dan positioning yang hendak dibangun.
2). Variasi desain akan semakin menarik calon pembeli. Saya yakin di era kemudahan desain melalui perkembangan teknologi komputer, banyak anak-anak muda Indonesia yang kreatif.
3). Selain kaos, bisa pula melalui produk lain seperti t-shirt, celana, dan asesoris macam topi, slayer (penutup muka).
4). Untuk mendapatkan desain yang beraneka ragam dan sekaligus menggali ide yang lebih banyak lagi mengenai lokasi wisata mana saja yang layak didorong promosinya, dapat dilakukan kompetisi atau lomba desain. Seperti cara kerja beberapa Startup Desain Grafis.
5). Cara penjualan melalui media online merupakan cara penjualan yang tidak membutuhkan banyak biaya di era sekarang.
***
Posting ini turut berpartisipasi dalam :
Categories: gambar





saya paling sering dapat oleh-oleh gantungan kunci
[Reply]
betul itu mas.. promosi wisata bs pake kaos, jadi misal e kaos tentang ancol.. nah misal e orang di bali n pake kaos itu kan artinya udah bantu promosiin
[Reply]
arif Reply:
April 24th, 2012 at 10:29 am
@Kopi Pasta, betul, begitu juga sebaliknya
[Reply]
iya ini menarik loh buat oleh oleh… kalau bingung kaos seperti ini bisa jadi hadiah yang baik sekali…
[Reply]
arif Reply:
April 24th, 2012 at 12:33 pm
@applausr, benar, beberapa minggu lalu seorang teman yang kerja di Jakarta meminta diantar keliling Malioboro, lalu dia memborong kaos oleh-oleh wisata untuk teman-teman kerja nya
[Reply]
sukses kontesnya kak..
di bandung banyak banget jual kaos bandung spt itu..
[Reply]
kalau oleh2 kaos biasnaya dari keluarga atau teman dekat, tapi teman yg lain kebanyakan gantungan kunci
[Reply]
bener gan,di kota ane juga ada SOAK NGALAM ^_^
[Reply]
arif Reply:
April 24th, 2012 at 6:05 pm
@widyan, wah Arek Malang ya. Pengen jalan2 wisata kesana neeh, dulu cuma pernah mampir sebentar
[Reply]
klo aku suka ma kaos yg berbau adventuran hehe.,
[Reply]
arif Reply:
April 24th, 2012 at 6:00 pm
@Djawa, khusus untuk lokasi wisata berbau adventur, tapi bisa pula didesain kaos sedemikian rupa hingga bertema adventur dimana tidak harus untuk lokasi wisata alam, petualangan, dan sejenisnya
[Reply]
Di kota saya juga udah banyak dijual kaos2 seperti ini. Banyak pilihan motif/gambar, ada yang makanan khas, tempat wisata, dll. Harganya pun tergolong murah.
[Reply]
arif Reply:
April 24th, 2012 at 9:22 pm
@Blog Teknik IT, yup, buat lokasi wisata yang sudah rame semacam itu, pastinya akan ada terus perubahan atau desain2 baru. Ayo, buat yang lokasi wisatanya belum cukup berkembang tapi sebetulnya berpotensi, promosikan lewat kaos
*dibikin desain yang keren donk, khususnya biar menarik minat anak-anak muda*
[Reply]
industri kreatif emang lagi booming sekarang, mereka yang punya ide-ide unik lah yang tetap mampu bersaing… ^^
sukses buat lombanya Mas,,,,, hehe
[Reply]
arif Reply:
April 25th, 2012 at 5:18 am
@uz1453, trimakasih, menciptakan pasar industri kreatif : http://bit.ly/InMHkz
[Reply]
Nah ini yang masih kurang dari objek wisata dari daerah asli saya, padahal oleh-oleh seperti kaos ini adalah promosi yang bagus apalagi kalau desainnya memang unik.
sukses di kontesnya..
[Reply]
arif Reply:
April 25th, 2012 at 7:41 pm
@ysalma, trimakasih Mbak YSalma, itu bisa juga diliat sebagai peluang bisnis bikin kaos oleh-oleh wisata di daerah aslinya, asalkan pas strategi pemasarannya
[Reply]
Industri kaos seperti ni perlu kreativitas yang tinggi … sukses untuk kontesnya mz…
[Reply]
arif Reply:
April 25th, 2012 at 7:40 pm
@Wong cilik, trimakasih dukungannya, tapi saya juga yakin kalau sebetulnya anak muda Indonesia punya kreativitas yang bagus
[Reply]
Pengen sih bikin kaos design sendiri
tapi kok ya belum sempet ya…
[Reply]
arif Reply:
April 25th, 2012 at 7:39 pm
@Karimunjawa, jasa desain kaos sekarang kan banyak, palagi yang online. Misalnya : Startup Desain Grafis
[Reply]
sukses mas Arif buat kontesnya
[Reply]
Promosi wisata lewat kaos sebenarnya sangat efektif, namun sayangnya masih kurang dimanfaatkan. Hanya beberapa daerah tertentu yang memang telah sangat terkenal seperti Bali. Sementara daerah lain masih kurang.
[Reply]
arif Reply:
April 27th, 2012 at 5:03 pm
@Bang Dje, buat yang bekerja di bidang yang bersangkutan, dapat dilihat sebagai “peluang”
[Reply]
Yaps, memang Kaos salah satu media terselebung untuk menyalurkan aspirasi,
[Reply]
Selamat, Mas, masuk daftar pemenang.
Sudah pilih-pilih kaos belum?
[Reply]
arif Reply:
May 7th, 2012 at 9:43 am
@Bang Dje, sudah Bang, baru saja balas email, semoga ukuran yang dimau ada (XXL)
[Reply]
[...] atau Kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang layak untuk dikembangkan. Dan untuk mendukung strategi pemasaran, beberapa kota telah memiliki slogan wisata daerah masing-masing. Slogan baru yang dibuat oleh [...]