Contoh Demonstrasi Tanpa Anarki

contoh demontrasi tanpa anarkiBeberapa waktu lalu saya pernah membuat posting mengenai Demonstrasi Tanpa Anarki. Sekadar memberikan opini terkait sedang maraknya demo penolakan kenaikan BBM pada saat itu, dimana lebih banyak terjadi demo yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun elemen lain yang mana acapkali berakhir dengan kerusuhan. Mengganggu ketertiban umum sehingga timbul kemacetan, membuat polusi dengan membakar ban bekas dan melakukan aksi yang berujung dengan pemborosan yakni perusakan pagar dan semacamnya. Tapi sebetulnya tidak semua demonstrasi atau penyampaian aspirasi oleh khususnya generasi muda bangsa ini akan berakhir seperti itu. Masih banyak yang dilakukan dengan kondisi damai dan elegan :).

Contohnya beberapa hari yang lalu yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman.

Protes PPI Berlin-Jerman terhadap Komisi I DPR-RI

Berlin, 23 April 2012. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1 DPR-RI (Pertahanan; Intelijen; Luar Negeri; Komunikasi dan Informatika) yang datang ke Jerman bersama rombongannya termasuk membawa anggota keluarga, untuk kepentingan sidak harga barang senjata. Dalam pernyataan penolakan itu, dituntut tiga hal yaitu transparansi, laporan, dan pengertian dari para wakil rakyat.

Penolakan juga dilakukan melihat rendahnya urgensi kunjungan yang seolah menghamburkan uang rakyat sebesar 3,1 miliar Rupiah. Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa PPI melakukan aksi walk-out. Langkah ini diambil karena selama ini dialog dengan para Wakil Rakyat tidak membuahkan perbaikan apa pun. Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan untuk para anggota DPR RI supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah mereka terima dari rakyat.

Seperti dikutip dari keterangan yang tercantum di video berikut ini, Anggota DPR beserta rombongan yang hadir yaitu : Lutfhi Hasan Ishaaq, MA (PKS), H. Tri Tamtomo,S H (PDI-P), Dr. Nurhayati Ali Aseggaf, M.SI (Demokrat), H. Hayono Isman, S.IP (Demokrat), Vena Melinda, SE. (Demokrat), Ahmed Zaki Iskandar Z., B.Bus (Golkar), Drs. H.A. Muchamad Ruslan (Golkar), Ir. Neil Iskandar Daulay (Golkar), Tantowi Yahya (Golkar), dan Yorrys Raweyai (Golkar).

***

Serasa dejavu alias berulang terus menerus, mengingatkan saya pada peristiwa setahun lalu persis di Bulan April 2011. Terdapat kejadian hampir serupa di Australia.

Insiden Email Komisi 8 DPR RI di Australia

Melbourne, 30 April 2011. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia berhasil mengadakan dialog dengan tim Komisi 8 DPR RI (Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan) di KJRI sehubungan dengan kedatangan mereka ke Australia untuk studi banding seputar RUU Fakir Miskin.

Kejadian cukup memalukan terjadi ketika Komisi 8 DPR RI ditanya mengenai alamat email mereka, dan dijawab dengan komisi8@yahoo.com.

***

Sebagai masyarakat biasa, hanya bisa berkata lagi-lagi kecewa terhadap tingkah laku mereka yang mengaku katanya Wakil Rakyat :(. Berita negatif mengenai video porno yang mirip anggota Dewan baru saja muncul, lalu disusul tingkah laku “pemborosan” lewat studi banding para Wakil Rakyat. Kunjungan kerja sambil jalan-jalan dan plesiran yang kurang manfaat serta kurang relevan.

Dan kepada para pelajar, mahasiswa, dan aktivis serta elemen masyarakat lain yang hendak berdemo; semoga bisa meniru cara di atas untuk menyampaikan aspirasi. Pun dalam bentuk lain yang efektif dan tepat sasaran.





Posting Yang Berkaitan :

3 thoughts on “Contoh Demonstrasi Tanpa Anarki”

  1. iya kejadian yang di australia itu benar benar memalukan… jadi ingat waktu mahasiswa… seru nih kalau lagi dialog seperti ini… semoga demo mahasiswa selalu damai dan tentunya ya harus didengarkan. Karena wakil kita itu buta dan tuli.

    [Reply]

    arif Reply:

    @applausr, sepertinya memang “selalu” memalukan waktu kunjungan kerja. sudah lama pula dikritik, misalnya sebelumnya oleh dubes RI untuk Swiss Pak Djoko Susilo, dan pelajar RI di Rep.Ceko pada pertengahan April lalu *tepok jidat*

    [Reply]

  2. iyaa sob., mungkin sekedar saran saja buat sobat” semuaa.. demo memang dibolehin tetapi kita harus tau dan taat peraturan yang adaa… itu fasilitas umum dan bukan untuk pribadi jadi jangan asal rusak ajaa… okkee okkeee… :D salam kedamaian…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anti-Spam Quiz: