Kata-kata Almarhumah Menkes Endang
May 4th, 2012
Indonesia baru saja berduka atas kepergian Menkes Nonaktif Endang Sedyaningsih. Beliau meninggal karena mengidap kanker paru. Beliau memang telah meninggalkan kita semua. Tetapi karya-karya beliau akan tetap hidup, seperti salah satu contohnya yakni berwujud kata pengantar dalam sebuah buku yang berjudul “Berdamai dengan Kanker”. Kemarin hari, saya melihat salah satu berita di Yahoo / Tribunnews yang berjudul “Presiden SBY Terharu Kata-kata Almarhumah Menkes Endang”. Harus saya akui bahwa saya juga terharu akan rangkaian kata-kata itu. Dimana sebelumnya beberapa stasiun televisi swasta juga menayangkannya. Tetapi saya yakin sepenuhnya bahwa bukan hanya Presiden dan saya, namun bagi yang sudah membacanya hingga usai juga akan merasa terharu dan tersentuh.
Seperti dikutip dari Yahoo, adapun kata-kata Almarhumah itu adalah:
“Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, “Why me?”
“Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini, hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang Alhamdulillah sehat, cerdas dan berbhakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan.”
“So …. Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.”
“Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan, jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.”
***
Kata-kata itu mengingatkan kita semua akan betapa banyaknya nikmat yang telah diberikan olehNya kepada kita setiap harinya. Seperti dalam QS Ar Rahman ayat 13 yang diulang sebanyak 31 kali. “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban”, yang artinya “maka, nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan”.
Selamat hari Jumat
, semoga kita selalu menjadi orang-orang yang selalu bersyukur. Amin!
Categories: ayat




Aamiin, semoga kita termasuk ke golongan orang-orang yang selalu bersyukur
[Reply]
Sungguh sosok yang bijaksana, kepasrahan yang luar biasa telah ditunjukkan ibu Endang dengan semangat pengabdian yang tinggi serta kebijaksanaan yan patut dicontoh oleh siapapun.
Semoga Arwah beliau diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat yang lapang dalam alam kuburnya. AMiin
[Reply]
kata2nya menyentuh ya gan, semoga amal dan ibadahnya diterima tuhan, amin
makash gan atas informasinya,
[Reply]
Menkes ini juga menjabat sebagai Ketua Mabi Nasional Gerakan Pramuka Saka Bhakti Husada. Selamat jalan, bu Menkes.
[Reply]
arif Reply:
May 4th, 2012 at 8:07 pm
@alamendah, weeh, klo ini saya baru tau, rupanya berpartisipasi juga di gerakan pramuka
[Reply]
Semoga almarhum hidup tenang di alam sana,
semoga kita bisa menjadi golongan orang yang bersyukur.
[Reply]
Luar biasa, ditengah sakitnya beliau masih sempat nulis, berbagi suport. Semoga segala amal ibadahnya diterima disisi-Nya.Amin
[Reply]
saya dapat ini juga, memang hebat Ibu yang satu ini…
[Reply]
Bener bener menyentuh ya Mas, kalimatnya. Kualitas hidup tidak dinilai dari seberapa lama kita hidup. Hmmm…
[Reply]
SubhanAllah,, semoga Almh. berada dalam ridloNya
[Reply]
Semoga segala amalnya menjadi amal jariyahnyaa.. aamiin..
[Reply]
selamat jalan, selamat hari sabtu, selamat berakhir pekan
[Reply]
Beliau memang wanita hebat, kalem, cerdas dan menjadikan penyakitnya sebagai cambuk. Ach….kenapa orang-orang hebat negeri ini sering terlalu cepat dipanggil penciptaNya.
[Reply]
Amin, rasa syukur semoga senantiasa ada di benak semua sobat blogger. Slamat jalan ibu menkes, terima kasih mas arif telah memberikan kesempatan menemukan tulisan ini
[Reply]
sangat arif, cobaan memang perlu dirasa sehingga lahir energi yang luar biasa
[Reply]
Kanker memang tidak bisa menghakimi, tapi pak pres kok ya tega nunjuk bu Endang sebagai menkes dengan tugas yang berat itu..
[Reply]
arif Reply:
May 7th, 2012 at 11:19 am
@giewahyudi, kanker nya Bu Endang diketahui baru 1.5 tahun kemarin, jadi mungkin di awal penunjukan masih memperlihatkan kondisi beliau sehat. Namanya juga penyakit mas Gie, terkadang bisa jadi datang tak terduga, ayo hidup sehat, jaga pola makan, gaya hidup dan rajin olahraga
[Reply]