11 Comments

  1. Maha Pemurah.. Seandainya tiap hari diberi tagihan untuk membayar oksigen yang kita hirup, tidak ada orang kaya di dunia… Menikmati oksigen sembari bersyukur adalah bentuk ketundukan kita padaNYA.. Salam sukses..

    [Reply]

  2. Nikmat oksigen ini yang sering kali kita lupakan. keknya kita musti semakin mensyukuri nikmat ini dengan ikut menjaga agar oksigen di bumi tetap terjaga. Baik dengan mulai menanam pohon (sebagai penghasil oksigen) maupun dengan mengurangi pencemaran udara.

    [Reply]

    Reply:

    @alamendah, betul Kang, bersepeda dan minimal menambah tanaman di sekitar halaman rumah :)

    [Reply]

  3. betul sekali ya… bisa jadi suatu hari nafas aja bayar ya…. skrg minum aja bayar ya… semoga itu tidak pernah kejadian ya.. ayo mari bercocok tanam di depan ruamh biar gratis.. sedangkan satu pohon berusia lima tahun saja oksigennya hanya cukup unutk 2 orang… hiks…

    [Reply]

    Reply:

    @applausr, semoga akan tetap “cuma-cuma” seperti halnya sinar matahari, jika sampai terjadi oksigen atau sinar matahari berbayar, mungkin dalam bentuk lain yakni energi terbaharukan. Oleh karena itu, ayo selagi masih bisa tanamlah pohon sebanyak-banyaknya :)

    [Reply]

  4. maka Allah bertanya kepada kita 31 kali di QS Ar-Rahman ”Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadzdziban?“. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan.

    Kutipan yang bagus :)

    [Reply]

    Reply:

    @Deny Gnasher, betul, dan apalagi lebih bagus lagi pabila selalu diterapkan :)

    [Reply]

  5. Ini mah udah jadi pesan berantai, mas…aku juga pernah dpt. Tapi, gpp… kebaikan itu memang harus di suaran berulang ulang. Bersyukur karena utusan malaikat allah gak menugaskan kita bayar iuran oksigen tiap hari. bisa miskin seumur hidup :)

    Oiya, namanya hampir sama kaya saya loh 😀

    [Reply]

    Reply:

    @Nur Rachma, iya hampir sama namanya, tapi jenis kelamin jelas berbeda :mrgreen:

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*