Nikmat Bernafas

May 12th, 2012

Nikmat BernafasPernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotek? Jika belum tau, harga Oksigen +/- Rp 25 ribu/liter. Apakah kita pernah menanyakan harga Nitrogen di Apotek? Jika belum tau, +/- Rp 9.950/liter. Tahukah kita bahwa dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen. Jika harus dihargai dengan Rupiah, maka Oksigen dan Nitrogen yang kita hirup akan mencapai Rp 170 juta/hari. Subhanallah, jika kita hitung kebutuhan kita sehari 170 juta, maka sebulan Rp. 5,1 M. Tapi itu semua bisa kita dapatkan secara cuma-cuma, maka Allah bertanya kepada kita 31 kali di QS Ar-Rahman ”Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadzdziban?“. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan.

 ***

Dikutip dari salah satu pesan singkat via handphone yang dikirimkan oleh salah seorang Kakak Sepupu saya yang saat ini berdomisili di Cikarang Bekasi Jawa Barat. Barangkali isi pesan singkat di atas sudah sering kita simak melalui email, forum, ataupun SMS berantai. Saya juga tidak tau siapa yang membuat pertama kalinya.

Saya posting ulang dengan tujuan agar paling tidak bermanfaat sebagai catatan dan pengingat untuk diri sendiri. Agar supaya selalu bersyukur atas semua nikmat dariNya. Selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan kawan :) !

Posting Yang Berkaitan :

Categories: ayat

Tags: , , , , Leave a comment

Comments Feed11 Comments

  1. helgaindra

    subhanallah ini adalah nikmat Allah yang sederhana namun penting banget buat hidup kita

    [Reply]

    arif Reply:

    @helgaindra, betul, setiap detik kita bernafas :)

    [Reply]

  2. mumu

    Maha Pemurah.. Seandainya tiap hari diberi tagihan untuk membayar oksigen yang kita hirup, tidak ada orang kaya di dunia… Menikmati oksigen sembari bersyukur adalah bentuk ketundukan kita padaNYA.. Salam sukses..

    [Reply]

  3. alamendah

    Nikmat oksigen ini yang sering kali kita lupakan. keknya kita musti semakin mensyukuri nikmat ini dengan ikut menjaga agar oksigen di bumi tetap terjaga. Baik dengan mulai menanam pohon (sebagai penghasil oksigen) maupun dengan mengurangi pencemaran udara.

    [Reply]

    arif Reply:

    @alamendah, betul Kang, bersepeda dan minimal menambah tanaman di sekitar halaman rumah :)

    [Reply]

  4. applausr

    betul sekali ya… bisa jadi suatu hari nafas aja bayar ya…. skrg minum aja bayar ya… semoga itu tidak pernah kejadian ya.. ayo mari bercocok tanam di depan ruamh biar gratis.. sedangkan satu pohon berusia lima tahun saja oksigennya hanya cukup unutk 2 orang… hiks…

    [Reply]

    arif Reply:

    @applausr, semoga akan tetap “cuma-cuma” seperti halnya sinar matahari, jika sampai terjadi oksigen atau sinar matahari berbayar, mungkin dalam bentuk lain yakni energi terbaharukan. Oleh karena itu, ayo selagi masih bisa tanamlah pohon sebanyak-banyaknya :)

    [Reply]

  5. Deny Gnasher

    maka Allah bertanya kepada kita 31 kali di QS Ar-Rahman ”Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadzdziban?“. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan.

    Kutipan yang bagus :)

    [Reply]

    arif Reply:

    @Deny Gnasher, betul, dan apalagi lebih bagus lagi pabila selalu diterapkan :)

    [Reply]

  6. Nur Rachma

    Ini mah udah jadi pesan berantai, mas…aku juga pernah dpt. Tapi, gpp… kebaikan itu memang harus di suaran berulang ulang. Bersyukur karena utusan malaikat allah gak menugaskan kita bayar iuran oksigen tiap hari. bisa miskin seumur hidup :)

    Oiya, namanya hampir sama kaya saya loh :D

    [Reply]

    arif Reply:

    @Nur Rachma, iya hampir sama namanya, tapi jenis kelamin jelas berbeda :mrgreen:

    [Reply]

Leave a comment

Anti-Spam Quiz:

Feed

http://arifnurrahman.com / Nikmat Bernafas