Indonesia Tanpa Emas di Olimpiade London 2012
August 13th, 2012
Olimpiade 2012 yang berlangsung di London, Britania Raya (27 Juli – 12 Agustus 2012) baru saja usai digelar. Pesta penutupan telah selesai diselenggarakan beberapa jam yang lalu. Kontingen AS menjadi juara umum, disusul di tempat kedua adalah China. Britania Raya selaku tuan rumah menempati posisi ketiga. Sedangkan Indonesia berada di urutan 63 dengan perolehan medali 1 perak & 1 perunggu. Jika dilihat dari analisa angka statistik, posisi Indonesia pada Olimpiade 2012 mengalami penurunan peringkat. Pada Olimpiade sebelumnya, posisi Indonesia rata-rata pada urutan 40-an. Begitu pula penurunan prestasi dalam perolehan medali. Cabang olahraga Badminton atau Bulu Tangkis yang sering menjadi langganan perolehan medali emas justru gagal menyumbangkan tambahan pundi-pundi medali.
Dari 22 atlet Indonesia yang dikirimkan (9 atlet cabang bulu tangkis, 6 atlet angkat besi, 2 atlet dari atletik dan anggar, 1 atlet masing-masing untuk panahan, renang, judo, dan menembak), hanya dua (2) atlet dari cabang angkat besi asal Balikpapan sebagai penyumbang medali pada Olimpiade 2012. Dua atlet tersebut yakni Lifter Eko Yuli Irawan yang menyumbangkan medali perunggu serta Triyatno yang menyumbangkan medali perak.
Terimakasih kepada dua pahlawan Indonesia di cabang angkat besi. Terimakasih pula kepada seluruh atlet Indonesia yang telah berjuang di Olimpiade London 2012. Peristiwa diskualifikasi beberapa atlet Bulu Tangkis Indonesia karena dugaan “main sabun” tentu menjadi sebuah pelajaran berharga dan koreksi untuk perbaikan prestasi, khususnya di cabang Bulu Tangkis. Namun bukan berarti cabang olahraga lain bisanya diabaikan begitu saja pembinaannya.
Triyatno dan Eko Yuli Irawan (gambar : www.thejakartapost.com)
Indonesia dengan jumlah penduduk ratusan juta orang sudah seharusnya punya banyak atlet binaan yang siap berprestasi di berbagai cabang olahraga sehingga seolah-olah tidak hanya mengandalkan cabang olahraga tertentu. Meskipun tentunya itu butuh waktu. Sebagai masyarakat Indonesia pecinta olahraga, saya hanya bisa berharap prestasi Indonesia diperbaiki di Olimpiade Brasil 2016. Dan paling tidak posting ini sebagai wujud minimal kepedulian terhadap semakin sedikitnya prestasi olahraga Indonesia di kancah Internasional, agar supaya menjadi koreksi bersama
.
Categories: olahraga lainnya





sayang sekali ya, mudah2an lain kali bisa lebih baik lagi
[Reply]
arif Reply:
August 13th, 2012 at 10:31 am
@Lidya, lain kali di event yang sama masih 4 tahun lagi, semoga dapat prestasi yang lebih baik
[Reply]
NahLo main sabun ? Bagaimana bisa mas ? Maksudnya kok bisa tahu :/
memang prestasi indonesia dari tahun ke tahun merosot . Entah mau jadi apa besok
[Reply]
arif Reply:
August 13th, 2012 at 11:28 am
@Yusron Krista, ganda putri dianggap oleh wasit sengaja mengalah supaya tidak bertemu lawan yang lebih tangguh. Mungkin dalam istilah lain adalah dianggap tidak fairplay. Sebetulnya tidak hanya pebulutangkis Indonesia saja yang terkena sanksi ini, tetapi ada beberapa dari negara lain yang juga menimbulkan kontroversi
[Reply]
ya patut disyukuri dapet perak dan perunggu
daripada ga dapet apa2
[Reply]
arif Reply:
August 13th, 2012 at 2:12 pm
@annosmile, sisi bersyukur adalah wajib
[Reply]
sedih bacanya. Semoga 2016 bisa lebih baik. Selamat untuk atlit yang berhasil meraih medali. T.T
[Reply]
menyedihkan… tapi kita harus tetap optimist… memang butuh ada rombakan besar di dunia olah raga Indonesia… ga bisa begini melulu…
[Reply]
Indonesia sangat menyedihkan bgt..ketinggalan dengan negara tetangga, pembina an nya kurang maksimal.
[Reply]
cuman 2 ? :3
bener-bener nih.. keknya mas arif kudu ikutan juga tuh
[Reply]
arif Reply:
August 14th, 2012 at 7:22 am
@Muflich Kamil, cuma dapat 2, kira-kira kalau saya ikut, ikutan di cabang olahraga apa ya
[Reply]