Warna Jembatan Layang Janti
September 5th, 2012
Jembatan Layang Janti atau Fly Over Janti merupakan salah satu lokasi persimpangan jalan yang cukup ramai di Sleman Yogyakarta. Lokasinya strategis terletak di antara jalan utama kota Jogja – Solo & Ring Road Timur. Terdapat berbagai pusat keramaian seperti area perbelanjaan, Kampus, dan Hotel. Sehingga bisa dipastikan hampir setiap saat kondisinya ramai, dan bahkan untuk waktu tertentu terjadi antri panjang serta macet di beberapa persimpangan lampu merah dekat Fly Over Janti. Ratusan kendaraan hingga ribuan orang lalu lalang setiap harinya. Oleh karena itu, Fly Over Janti merupakan salah satu lokasi yang cocok untuk melakukan promosi pemasaran khususnya iklan media cetak di ruang terbuka melalui spanduk, banner, dan baliho. Dan bahkan iklan yang memanfaatkan bangunan Fly Over pada area dinding, tiang jembatan, dan bahu jalan.
Dulu Warna Biru
Warna biru pernah menghiasi area Fly Over Janti. Entah berapa tahun, saya tidak tau persisnya. Dominasi cat warna biru tersebut merupakan representasi dari salah satu produk operator telekomunikasi. Beberapa ornamen gambar yang mencerminkan budaya lokal Jogja nampak turut serta menghiasi tiang-tiang Fly Over, misalnya berupa gambar ornamen batik.

Sekarang Warna Merah
Sekitar bulan Juli lalu persis menjelang bulan Ramadhan, warna Jembatan Layang Janti berubah menjadi dominan merah. Rupanya masih dipergunakan untuk promosi produk salah satu operator telekomunikasi. Juga dilengkapi dengan ornamen khas lokal Jogja misalnya gambar candi Prambanan, yang tetap bisa berdampingan dengan beberapa seni mural berupa Grafiti buatan masyarakat umum.

Posting ini bukan untuk kepentingan promosi produk tertentu dan semacamnya. Sebab apapun warnanya dan apapun produknya, jauh lebih baik daripada jika area Fly Over dibiarkan tak terawat dan menjadi lokasi empuk untuk Vandalisme.
Hmm, kira-kira berapa ya nominal biaya yang dibutuhkan untuk promosi pemasaran di area Fly Over seperti itu
!
Categories: gambar





Tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk iklan di suatu jembatan itu. Belum lagi dengan membayar pajaknya.
Namun mengenai pemandangan seperti itu, malah membuat mata kita tidak nyaman. Apalagi hal seperti itu terdapat di tengah-tengah keramaian jalan.
Apakah sebelum melakukan hal seperti itu tidak dievaluasi dulu untuk Amdalnya ya ?
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 9:06 am
@Ejawantah’s Blog, kurang tau apakah terdapat Amdal dan semacamnya, namun pemandangan serupa yakni iklan di fly over juga bisa ditemui di beberapa lokasi lain di Jogja, misalnya di Fly Over Lempuyangan dan Jembatan Kewek Malioboro.
Sejauh yang saya liat, iklan tersebut lumayan terawat sehingga bagi saya masih cukup nyaman dipandang mata daripada jikalau dibiarkan tak terawat dan corat-coret vandalisme.
salam.
[Reply]
wah, iklannya segitu hebohnya.
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 9:13 am
@Erwin, semakin heboh semakin diperhatikan iklannya
[Reply]
Ternyata operator perangnya di below the line juga rame ya. Pernah baca kalo mereka sekarang garap promo per cluster. Perang iklan above the line dinilai gak lagi efektif.
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 2:56 pm
@Dani, di beberapa jembatan layang di Jogja, barangkali memang bisa disebut terjadi kondisi perang iklan antar operator. Di fly over janti, lempuyangan, malioboro; iklan operatornya beda-beda dan selalu ramai dengan media promosi. Mungkin kalau fly over Jombor sudah jadi, juga bakal jadi lokasi empuk pemasaran BTL (below the line) / media lini bawah
[Reply]
Wah seru juga. Biasanya hanya tiang aja yang diwarnai ini sampai ke jalan layangnya juga ya #geleng2
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 3:33 pm
@Iman, iya, ini full color hampir di semua bagian jalan layang
[Reply]
wah jembatannya sudah warna-warni. dulu waktu sering lewat masih polosan … memang lokasinya strategis untuk promosi …
[Reply]
Beberapa bulan yang lalu saat saya lewat di Jogja masih berwarna biru, sekarang sudah berganti merah rupanya. Ternyata oh ternyata, warna disana menyesuaikan dengan sponsor, mungkin setelah warna biru dan merah, akan berganti warna ungu atau kuning.
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 5:41 pm
@Sukadi, untuk warna ungu, ada di Jembatan Kewek (Bundaran Kleringan kali code) Malioboro
[Reply]
beberapa kali ke jogja dan melewati jembatan itu saya malah kurang memperhatikan warnanya.
Hanya saja, kota akan lebih indah jika tanpa iklan. Lebih baik menjadi belantara dan hutan kota daripada belantara iklan
[Reply]
arif Reply:
September 5th, 2012 at 7:04 pm
@Djangan Pakies, betul, lebih baik iklannya ditata agar lebih rapi karena sama-sama saling membutuhkan, simbiosis mutualisme.
[Reply]
asik ya disana ada fly overnya mas..
disini kalau mau ngeliat langsung jauuuuh~
[Reply]
warnanya menurut sponsor ya
[Reply]
Ntar kalau arifnurrahman.com pasang iklan di situ, catnya diganti warna apa, ya?
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 5:54 am
@alamendah, hahaha belum berani pasang iklan, ga kuat beli cat nya kang
[Reply]
jembatan menjadi sumber income buat pemda… heeheh.. oh sekarang yogya banyak jembatan layang ya… dulu masih sedikit
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 5:56 am
@applausr, kalau berdasarkan pengamatan saya, ada sekitar 5 : Janti, Lempuyangan, Kewek, Kaliabu, dan Jombor (dalam tahap pembangunan)…
[Reply]
Habib Nurrahman Reply:
December 20th, 2012 at 6:28 am
@arif, menurut saya jembatan layang di Kota Jogja sendiri cuma baru punya 1, yaitu Jembatan Lempuyangan.
Untuk di wilayah lainnya (Kab. Sleman) memang benar ada Jembatan Janti, Jembatan Kaliabu, dan Jembatan Jombor (proses pembangunan).
Kalo Jembatan Kewek itu khusus buat lintasan Kereta Api
Ok cuma menambahkan saja
gan, mampir blog ane jg, sesama Nurrahman hahaha
[Reply]
hitung hitung buat tambahan pendapatan pemkot jogja mas, hehehe
tapi akan lebih keren kalau dicat batik khas jogja, boleh boleh saja sih mencantumkan logo sponsor atau pengiklan
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 7:34 am
@jarwadi, kalau diperhatikan, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, tetap ada beberapa ornamen lokal khas Jogja seperti batik dan gambar sketsa Candi Prambanan
[Reply]
Lebaran kemarin saya lewat sini he he
Sekarang semakin jeli, tidak hanya jembatan, rumahpun jadi arena promosi .. seruu lah
[Reply]
arif Reply:
September 8th, 2012 at 6:32 am
@yayats38, ya, dan terkadang masih dalam lingkup dinding satu rumah pun bisa berbeda warna promosinya
[Reply]
wah-wah walau sebagai sarana iklan, tapi malah kelihatan menawan lho mas he he he, btw tahun depan masih merah atau ganti kuning ya
[Reply]
arif Reply:
September 8th, 2012 at 6:30 am
@areximut™, prediksi saya masih akan tetap merah, mungkin satu hingga dua tahun ke depan
[Reply]
udah ketemu nominalnya blm mas???
saya kemaren kesurabaya juga disuguhi sama jembatan warna merah (bukan jembatan merah JMP)
[Reply]
arif Reply:
September 8th, 2012 at 10:39 am
@cumakatakata, belum, berapa ya?
[Reply]
pasti mahal buat promosinya
[Reply]
habis itu ganti cat warna kuning ya mas…
hehehe
[Reply]
[...] Gado-Gado Teteg, berlokasi di Jalan Argo Lubang Baciro Yogyakarta. Persisnya di sebelah timur Fly Over Lempuyangan, berseberangan dengan sebuah SPBU. Beberapa hari yang lalu, bersama beberapa [...]
[...] Jembatan Layang Jombor atau Jombor Fly Over sudah dimulai sejak 2010 lalu, yakni dengan pembuatan pondasi pancang dan pembebasan lahan. Dan [...]