Kuliner Ayam Geprek
September 6th, 2012
Pertama kali mengenal kuliner bernama Ayam Geprek pada saat awal kuliah di Jogja. Atas rekomendasi dan ajakan seorang teman yang kebetulan asli Jogja. Dan setelah sekian lama tidak bertandang ke lokasi warung makan Ayam Geprek, akhirnya beberapa hari yang lalu kembali lagi ke sana, bersama seorang teman kos kembali mencicipi kuliner yang menurut saya cukup unik. Sebab jarang ditemui meskipun sebetulnya proses pembuatannya cukup sederhana. Seperti ilustrasi gambar di bawah ini, ayam yang telah digoreng lalu ditumbuk (digeprek – dalam bahasa jawa) dengan bumbu seperti bawang putih, terasi, tomat, dan cabe. Jumlah cabe bisa ditentukan sesuai selera. Harganya pun terjangkau, apalagi bagi anak kos. Satu porsi Ayam Geprek + nasi putih + kuah cukup dengan tujuh ribu lima ratus rupiah saja.

Lokasinya di Jalan Wulung Papringan Caturtunggal Depok Sleman Jogja (dekat Penerbit Andi Publisher dan komplek beberapa Kampus : Atmajaya, Sanata Dharma, STMIK A. Yani, dan MSI UII). Di sana ada beberapa warung makan Ayam Geprek yang berjajar di pinggir jalan (pedagang kaki lima), jadi bukan kuliner Ayam Geprek yang berupa Resto atau Rumah Makan. Selain menu Ayam Geprek, ada pula beberapa menu lain seperti Tongseng Kambing, Nasi Rames, dan gorengan
.
Categories: cerita





murah ya harga satu paketnya
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 8:11 am
@Lidya, kalau yang versi Resto / Rumah Makan harga rata-rata bisa dua kali lipatnya
[Reply]
sampean apa bukan asli Jogja?
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 9:37 am
@Erwin, asli Purworejo!
[Reply]
tomi Reply:
September 6th, 2012 at 12:29 pm
@arif, lahh kenapa gak ikut kumpul blogger jogja mas
sapa tau bisa ketemu ntr.. blogger purworejo jg udah kebentuk kok.. kebetulan saya kenal jg dengan ketuanya yaitu devamelodica.com
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 2:43 pm
@tomi, belum pernah ikutan kumpul KBJ mas, kapan ya kumpul-kumpul rutinnya
saya juga malah belum kenal sama ketua bloggerpurworejo.org, duh lumayan kuper nih, selama ini jarang kopdar hehehe
Wahahaha. Langsung laper lihat fotonya. *ngelist daftar buat makan siang*
Harga makanan resto emang suka ajaib Mas. Harus bayar pajak dan pegawai sih ya.
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 2:38 pm
@Dani, asalkan biaya ajaibnya tidak berlebihan dan terjangkau masih wajar…
[Reply]
wah lapar nih… baru tau tuh ayam gepres
[Reply]
menggodan iman kang arif untuk Ayam Geprek.Jadi pengen nich.
Tapi untuk nama Ayam Geprek masih asing sekali di telinga saya.
[Reply]
ayam geprek itu seperti ayam penyet kah???
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 2:37 pm
@Gusti ‘ajo’ Ramli, cara membuatnya memang (ayam lehor goreng) dipenyet-penyet pake ulegan dengan bumbu tertentu
[Reply]
Langsung ngiler nih.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
[Reply]
Ayam geprek itu ayamnya di geprek dulu baru di goreng ya..
Kapan2 klo ke jogya nyobain ah
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 3:30 pm
@ririe, ayam digoreng dulu baru digeprek…
monggo silakan mampir kembali ke Jogja lagi…
[Reply]
wih murah juga tu satu porsi cuma 7ribu limaratus.. kayaknya perlu di coba ni
[Reply]
arif Reply:
September 6th, 2012 at 8:08 pm
@setio, yup, murah meriah tapi bagi lidah saya rasanya maknyuss dan lumayan favorit. Hanya saja ya sebetulnya tidak cukup sering kesana karena lokasinya dari kos tidak cukup dekat
[Reply]
dulu tuh ada restauran ayam goreng di yogya dekat kota baru.. yang bisa makan sepuasnya nambah nasi… lupa namanya.. enak juga tuh….
ayamnya kelihatannya enak tuh.
[Reply]
arif Reply:
September 7th, 2012 at 5:32 am
@applausr, hmmm, jarang mampir ke wilayah kotabaru nih saya…
[Reply]
Mantep … semoga bisa mampir kalo ke Jogja neh … kebetulan lagi pengen ke Solo – Jogja …
Trims infonya
[Reply]
arif Reply:
September 7th, 2012 at 7:12 am
@yayats38, menjelang akhir taun adalah waktu yang pas untuk jalan-jalan ke Jogja-Solo Kang, banyak event wisata menari
[Reply]
Wah memang enak ni mas ayam gepreknya dah beberapa kali ke sana tp selalu pengen balik lagi.. Hehe.. Tp kl jam makan siang antri .. Hehe..
[Reply]
pengen njajal ki
[Reply]
Citarasa ayam geprek diterima ‘umum’ ya, sekarang dijumpai di banyak kota. salam
[Reply]
arif Reply:
September 8th, 2012 at 10:25 pm
@prih, kota mana sajakah? bisa jadi alternatif kalau kapan2 main2 ke luar Jogja.
kembali salam.
[Reply]
oh y mas…
berarti ayam tanpa tulang yo…
jd pengen ik
hehe
[Reply]
arif Reply:
September 10th, 2012 at 12:03 pm
@irmarahadian, masih ada tulangnya kok mbak, tapi cuma sedikit…
[Reply]